Mobil-mobil terdampar dan lumpur menyapu jalanan usai tanah longsor melanda gedung-gedung selama hujan lebat di pulau Ischia, Italia, pada Sabtu (26/11). Foto: Ciro De Luca/REUTERSHujan deras melanda pelabuhan Casamicciola Terme, salah satu dari enam kota kecil di pulau itu, pada Sabtu dini hari. Foto: Ciro De Luca/REUTERSCuaca ekstrem itu memicu banjir dan merobohkan bangunan. Foto: Ciro De Luca/REUTERSPetugas pemadam kebakaran mengatakan pencarian sedang dilakukan untuk 13 orang yang awalnya dilaporkan hilang. Foto: Ciro De Luca/REUTERS"Saat ini belum ada korban jiwa yang dipastikan, ada beberapa kesulitan dalam operasi penyelamatan karena kondisi cuaca yang masih menantang", kata Piantedosi kepada wartawan di Roma, dikutip Reuters. Foto: Ciro De Luca/REUTERSMenteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi mengatakan tidak ada kematian yang dikonfirmasi. Foto: Ciro De Luca/REUTERSNamun Menteri Infrastruktur Matteo Salvini mengatakan sebelumnya dalam sebuah acara di Milan bahwa delapan orang tewas. Foto: Ciro De Luca/REUTERSMobil rusak tergeletak di jalan setelah tanah longsor di pulau liburan Italia Ischia, Italia, Sabtu (26/11/2022). Foto: Ciro De Luca/REUTERSPemandangan tanah longsor di Pulau Ischia, Italia, Sabtu (26/11/2022). Foto: Ciro De Luca/REUTERS
Mobil-mobil terdampar dan lumpur menyapu jalanan usai tanah longsor melanda di pulau Ischia, Italia, pada Sabtu (26/11).
Hujan deras melanda pelabuhan Casamicciola Terme, salah satu dari enam kota kecil di pulau itu, pada Sabtu dini hari, memicu banjir dan merobohkan bangunan.
Petugas pemadam kebakaran mengatakan pencarian sedang dilakukan untuk 13 orang yang awalnya dilaporkan hilang.
"Saat ini belum ada korban jiwa yang dipastikan, ada beberapa kesulitan dalam operasi penyelamatan karena kondisi cuaca yang masih menantang", kata Piantedosi kepada wartawan di Roma, dikutip Reuters.
Lumpur dan puing menutupi jalan setelah tanah longsor di pulau liburan Italia Ischia, Italia, Sabtu (26/11/2022). Foto: Ciro De Luca/REUTERS
Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki (tengah) didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh Marwan Nusuf dan jajaran UPTD Statistik melakukan foto bersama usai menerima penghargaan Bhumandala Nawasena dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam ajang Bhumandala Award 2022, Jumat (25/11) malam. Foto: Adpim Setda Aceh
Pemerintah Aceh meraih penghargaan Bhumandala Nawasena dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam ajang Bhumandala Award 2022, penghargaan simpul jaringan informasi geospasial yang diselenggarakan BIG di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (25/11) malam.
Penghargaan Bhumandala Award 2022 tersebut diberikan langsung oleh Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof Muh Aris Marfai. Pemerintah Aceh dinilai berhasil dalam mengimplementasikan seluruh elemen infrastruktur informasi geospasial dengan sangat baik dalam memanfaatkan data dan informasi spasial dalam perencanaan pembangunan.
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengatakan, penghargaan yang diraih Pemerintah Aceh tentu kerja semua pihak. Oleh karena itu, kinerja tersebut harus terus dilanjutkan agar berdampak pada kepentingan masyarakat luas.
"Ke depan, diharapkan kabupaten lain yang ada di Aceh juga dapat meraih penghargaan sejenis ini," kata Achmad Marzuki didampingi Kepada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh, Marwan Nusuf.
Marwan menyebutkan atas penghargaan tersebut pihaknya akan terus meningkatkan data geospasial menjadi lebih baik lagi, data itu kemudian dapat digunakan untuk pemangku kepentingan.
Dirinya juga akan terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti yang selama ini telah dilakukan Kominsa Aceh dengan Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) Universitas Syiah Kuala guna mengembangkan geospasial.
Untuk diketahui, PPIDS merupakan perpanjangan tangan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) di Provinsi Aceh. Selama ini banyak bekerja sama dengan BIG, Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/Kota dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan geospasial khususnya dalam standar data, metadata dan data yang memenuhi kaidah interoperabilitas.
"Salah satu kegiatannya adalah membantu Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dan membina Jaringan Informasi Geospasial Aceh (JIGA) dalam terwujudnya simpul Jaringan Informasi Geospasial," ujar Marwan. []