Jul 21st 2024, 00:49, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Pesawat Citilink. Foto: Dok. Citilink
Sistem operasional maskapai Citilink telah pulih, usai gangguan sistem Microsoft. Hal ini disampaikan oleh Dewa Rai, Dirut PT Citilink Indonesia, Sabtu (20/7) malam.
"Saat ini, sistem operasional reservasi, Check-In, dan Boarding Citilink telah kembali normal," kata Dewa.
Sebelumnya, akibat gangguan sistem Microsoft, proses Check in dan Boarding maskapai citilink sempat terganggu. Sistem Check-in dan Boarding yang biasanya online, harus dilakukan secara manual.
Akhirnya, citilink mengerahkan petugasnya untuk melakukan pendataan secara manual.
Suasana antrean penumpang di konter Citilink terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta imbas Microsoft down. Foto: Dok.kumparan
Meski telah beroperasi normal, citilink tetap mengimbau para penumpang untuk datang lebih awal beberapa jam dari waktu keberangkatan.
"Citilink senantiasa selalu mengimbau penumpang untuk dapat tiba lebih awal di bandara, yakni 3 (tiga) jam sebelum keberangkatan domestik dan 4 (empat) jam sebelum keberangkatan internasional," kata Rai.
Penyebab Microsoft Down
Microsoft down disebabkan oleh pembaruan software Falcon Sensor milik CrowdStrike — perusahaan keamanan siber. Falcon berfungsi melindungi Windows milik Microsoft yang dipakai jaringan komputer, termasuk di dunia penerbangan.
Laporan BBC, gangguan sistem ini disebabkan update dari CrowdStrike ternyata membuat gangguan sistem cloud dari Microsoft.
Jul 20th 2024, 23:21, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Suami istri di Makassar ditangkap polisi atas peredaran narkoba Foto: Dok. kumparan
Sepasang suami istri di Makassar, P alias Paha (55) dan N alias Nawa (46), ditangkap polisi atas peredaran narkoba di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti sabu sebanyak 6,7 kg.
Dalam menjalankan bisnisnya, P yang merupakan pensiunan ASN itu juga mengajak keponakannya, I alias Idham (27) dan R alias Angga (22), untuk membawa dan mengedarkan barang haram tersebut untuk dijual.
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto, mengatakan pengungkapan narkoba 6,7 kilogram ini dilakukan sejak tanggal 12-19 Juli 2024. Mereka ditangkap di beberapa lokasi di Kota Makassar.
"Mereka ditangkap secara terpisah di Makassar. Jadi keempat pelaku ini terbilang masih keluarga," kata Restu saat jumpa pers, Sabtu (20/7) malam.
Ia menjelaskan, pelaku yang pertama kali ditangkap ialah Angga. Dari tangannya polisi menemukan sabu seberat 2,36 gram. Sabu tersebut diperoleh dari Idham.
"Dari tangan Idham juga ditemukan sabu seberat 24,59 gram," ungkapnya.
Suami istri di Makassar ditangkap polisi atas peredaran narkoba Foto: Dok. kumparan
Dari hasil interogasi, Idham mengaku memperoleh sabu dari om dan tantenya, Paha dan Nawa. Dasar informasi itu, polisi kemudian kembangkan hingga berhasil menangkap pasangan suami istri itu.
"Pengakuan Paha bahwa sabu yang diberikan kepada Idham diperoleh dari istrinya, Nawa," sambungnya.
Dari penangkapan pensiunan ASN tersebut, polisi kembali mendapatkan informasi bahwa mereka masih memiliki sabu yang disembunyikan di daerah terluar Sulsel, yakni Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Jadi anggota terbang ke Selayar. Di sana, anggota temukan 16 kaleng berisi sabu yang ditanam di tanah. Setiap kalengnya berisi 500 gram sabu," jelas dia.
Jaringan Internasional
Restu menyebutkan, bandar narkoba ini merupakan jaringan internasional. Sabu tersebut berasal dari luar negeri lalu masuk ke Jakarta, dan dari Jakarta dibawa ke Makassar.
"Mereka bawa sabu ini dari Jakarta. Tapi mereka ini jaringan internasional. Kami pasti akan kembangkan untuk mencari pemasoknya," tandasnya.
Akibat perbuatannya, mereka disangkakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.