Sep 30th 2023, 23:42, by Gitario Vista Inasis, kumparanFOOD
Booth Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Siapa di sini yang tahunya cuma nasi goreng kalau enggak pakai campuran ayam, bakso, atau sosis? Kalau iya, ternyata kamu belum sah disebut sebagai nasgor lovers. Soalnya masih banyak varian nasi goreng yang bisa kamu jumpai dari Sabang hingga Merauke atau bahkan ala-ala luar negeri, gitu.
Hal itu pula yang kumparan temukan saat berburu ke acara Pesta Nasgor di BXC Park, Bintaro Jaya Xchange Mall pada Sabtu (30/9). Dimeriahkan dengan beragam acara menarik, para pengunjung juga disuguhkan dengan beragam varian nasi goreng dari 10 tenant penjual nasi goreng terfavorit di Jakarta dan sekitarnya.
Booth Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Mulai dari nasi goreng yang bentuknya kayak pelangi sampai nasi goreng ala oppa-oppa dari Korea, semua bisa dijumpai di acara Pesta Nasgor kumparan "Nikmati Kelezatan dalam Kebersamaan" ini.
Selain mencicipi beberapa nasi goreng yang ada, kumparan juga sempat berbincang-bincang dengan salah satu owner atau pemilik nasi goreng yang membuka tenant-nya pada event tersebut. Ialah Pak Mujiyanto, owner nasi goreng pelangi Thole Kitchen bercerita awal mulanya ia membuka usaha nasi goreng pelangi.
Owner Thole Kitchen, Pak Mujiyanto, salah satu pedagang nasgor yang berpartisipasi di acara Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Pria yang akrab disapa Pak Thole tersebut mengatakan bahwa membuat nasi goreng baginya adalah hal yang tak sulit. Itu karena sebelumnya ia pernah bekerja di sebuah restoran dengan membuat makanan serupa.
"Dulu sempat belajar di sebuah restoran di situ kita belajar nasi goreng warna. Setelah resign itu kita akhirnya buat nasi goreng warna. Itu dimulai sejak 2012, ya," kata dia.
Nasi Goreng Pelangi Thole Kitchen salah satu tenant di Pesta Nasgor kumparan. Foto: IG/@tholekitchen
Yang membedakan nasi goreng miliknya dengan yang lain tentu saja adalah warna-warnanya yang diberikan. Adapun nasi goreng yang ia buat memiliki beberapa warna seperti warna hitam, hijau, hingga merah.
"Kalau warna hitam itu dari cumi sotong, merah itu dari bit root (buah bit) dan hijau dari sawi hijau," ujarnya.
Pembeli pun dipersilakan untuk memilih warna yang ia suka, apakah satu warna, dua warna, atau tiga warna lengkap. Enggak hanya sebatas warna, mereka juga bisa memilih nasi goreng yang ingin dibuat, seperti nasi goreng gila, nasi goreng mawut, dan sebagainya.
"Misalnya orang minta dua warna, misalnya hitam merah, hitam hijau, dua warna, terserah. Bisa tiga warna, atau hitam aja, hijau aja. Misalnya dia mau nasi goreng mawut pakai mi. Mi-nya hitam itu bisa juga," papar dia.
Nasi goreng pelangi Thole Kitchen di acara Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Meski terbilang memiliki warna yang unik dan cerah, Pak Thole menjelaskan bahwa bukan berarti nasi goreng miliknya langsung bisa diterima oleh banyak pembelinya. Ketika pertama kali membuka usaha miliknya itu, ia mengaku banyak yang meragukan nasi gorengnya dibuat dengan pewarna makanan. Namun ia menegaskan bahwa nasi goreng yang ia buat menggunakan pewarna alami.
"Yang hitam dari cumi sotong, itu alami semua. Hijau dari sawi hijau dan merah dari buah bit. Kalau pewarna alami ketika ditaruh di piring itu enggak berbekas sedangkan kalau pakai pewarna itu enggak berubah. Kalau punya saya (misalnya nasinya) dingin itu berubah karena meresap ke nasi bumbunya," lanjut dia.
Keunikan lainnya kalau nasi goreng biasa menggunakan bawang goreng, nasi goreng miliknya menggunakan teri medan. Adapun untuk beberapa menu andalannya adalah nasi goreng warna-warni, nasi goreng hitam gila, nasi goreng gila hingga nasi goreng ayam.
Cerita Penjaja Nasgor Korea
Owner Mini Resto, Sukeri salah satu pedagang nasgor yang berpartisipasi di acara Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Berbeda dengan Mujiyanto, nasi goreng Resto Mini Korean Food justru memiliki menu atau nasi goreng yang lebih ke Korea-Korea-an. Ini karena beragam menu yang tersedia semuanya diadaptasi dari Negeri Gingseng.
Menu-menu yang bisa kamu temui seperti kimchi bokkeumbap, kimchi bokkeumbap cheese hingga menu Korea lainnya. Pemiliknya yang bernama Pak Sukeri mengatakan bahwa ide penciptaan nasi goreng Korea sendiri hadir dari sang istri yang menyukai kuliner khas Korea.
"Sebenarnya ini istri, dia yang rajin utak-utik untuk masakan, ngulik-ngulik dan banyak lihat dan dibikin dari segi tren, ya, nasi goreng lokal sudah banyak kan dan nasi goreng yang asing-asin itu masih jarang ingin memperkenalkan. Taste-nya enggak jauh beda ya ada gurih, pedas, gitu," kata dia.
Kimchi Bokkembab, nasi goreng khas Korea di acara Pesta Nasgor kumparan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Sabtu (30/9/2023). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Adapun yang membedakan nasi goreng miliknya dengan nasi goreng lain pada umumnya terletak pada saus yang digunakan.
"Ada mother sauce yang kebanyakan pakai saus tersebut. Rata-rata kalau Korea pakai saus chojujang. Itu pun kita produksi sendiri, enggak real taste Korean tapi kita sesuaikan dengan lidah kita," ujarnya.
Untuk menu khususnya nasi goreng ini sendiri, Sukeri menjelaskan bahwa ada empat jenis nasi goreng yang bisa dinikmati. Enggak hanya Korea saja, ia juga memiliki nasi goreng jahan hingga Chinese yang menawarkan rasa berbeda-beda.
"Kita ada topping sosis, telur, cheese, pakai seafood juga ada. Jadi ada beberapa varian topping sekitar empat hingga lima varian kita bisa pilih," tutur dia.
Adapun untuk varian menu lainya, kamu juga bisa menikmati dosirak (nasi dengan ayam bulgogi), menu mie seperti ramyeon, jajjangmyon, samyang hingga chicken katsu.
Padang - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Daerah Padang menggelar Mukerda bertempat di Vier Coffee, pada Kamis (28/09/2023). Acara dihadiri jajaran pengurus, founder sekaligus Penasihat TDA Padang, Ulki Chandra, dan Ketua TDA Padang periode sebelumnya.
Mukerda dibuka Ketua TDA Padang, Alkausar. Kegiatan Mukerda diisi dengan pemaparan program kegiatan oleh masing-masing divisi dan menyelaraskan program dengan TDA Pusat.
''Dalam Mukerda ini kami membahas program yang akan kami lanjutkan pada periode selanjutnya. Atau membuat program baru selaras dengan program TDA Pusat. Sehingga kami yang ada di daerah tetap berkolaborasi dan mendukung untuk mendorong UMKM To The Next Level sesuai arahan Presiden TDA pada kegiatan Mukernas di Jogja," ungkapnya.
Dia menekankan agar para pengurus bertanggung jawab dengan program yang ada di masing-masing divisi. Sehingga, TDA Padang dapat bersinergi dengan berbagai stakeholder dan berkoordinasi dengan TDA Pusat.
"Saya tekankan agar masing-masing divisi bertanggung jawab dengan prokernya, agar terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak. Sehingga hasil dari Mukernas di Jogja dapat kami terapkan di wilayah," jelasnya.
Komunitas Pengusaha TDA Padang terus mendukung semangat entrepreneur melalui program-program yang bermanfaat. Selain itu, menjadi wadah bagi para pengusaha khususnya di Kota Padang untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.
"Hal ini diwujudkan juga dengan salah satu program besar di TDA yaitu Pesta Wirausaha yang rutin diadakan se-Indonesia,'' bebernya.
Mukerda TDA ini merupakan tindak lanjut dari hasil Mukernas TDA yang diadakan pada 30 Agustus-1 September lalu di Kota Yogyakarta. Dalam hal ini, Komunitas TDA akan berfokus pada memberikan manfaat bagi para member dan stakeholder TDA dengan slogan 'To The Next Level' bagi bisnis para member.
"Dengan adanya semangat berwirausaha dan keseriusan Komunitas Pengusaha TDA Padang, besar harapan TDA agar bisa membantu menggairahkan lagi dunia bisnis dan juga meningkatkan ekonomi Indonesia," tandasnya.