Nov 26th 2022, 22:29, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS
Kawanan monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Dok. Istimewa
Beberapa hari lalu warga Kota Bandung dihebohkan dengan adanya kawanan monyet berjumlah 4 ekor yang berada di pemukiman warga, salah duanya di wilayah Kiaracondong dan Cipadung.
Belum diketahui pasti dari mana monyet itu berasal. Ada isu liar yang menyebut, monyet itu berasal Gunung Manglayang yang merupakan area dari patahan atau Sesar Lembang.
Belakangan muncul pertanyaan, kenapa monyet itu keluar dari hutan dan mendatangi pemukiman warga?
Terkait hal itu, Kadiv profesi Asosiasi Dokter Hewan Liar, Akuatik, dan Hewan Eksotik Indonesia (ASLIQEEWAN), Drh. Nur Purba Priambada mengatakan, kawanan monyet itu diduga habitatnya tengah minim makanan, sehingga harus turun gunung ke pemukiman warga.
Kawanan monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (19/6). Foto: ANTARA/Dokumentasi Warga Lembang/Yanti
"Masalah ketersediaan pakan dan lain-lain (mungkin) sudah tidak layak. Jadi si satwa memilih untuk mendekat atau bergeser ke tempat lain atau dekat sama pemukiman manusia," kata Nur dihubungi kumparan.
Nur pun mengatakan adapun aktivitas lain seperti interaksi antara manusia yang selalu memberi makan monyet. Sebab, ucap Nur, monyet dapat berasumsi bahwa manusia adalah sumber penunjang makanan.
Kendati demikian, Nur mengatakan tak menutup kemungkinan kawanan monyet itu turun ke pemukiman warga karena diduga ada aktivitas negatif di habitatnya, sehingga satwa tersebut harus pergi melindungi diri. Namun, ia menyarankan kasus ini harus diproses lebih lanjut.
"Misalnya kebakaran hutan, toh mereka pasti setelah ada tanda itu baru mulai berpikir menyelamatkan diri. Biasanya sih lebih cenderungnya karena mencari makan atau tertarik dengan manusia," ucap Purba.
Respons Animal Lovers
Ketua Animal Lovers Indonesia, Bimo Kurnia mengatakan, munculnya kawanan monyet diduga efek dari getaran gempa di Cianjur yang terasa hingga ke Bandung.
"Kemungkinan ada efek gempa kemarin ada buat rusak gak? Otomatis mereka pun agak bergeser juga. karena secara logika pasti gitu. Ketika mungkin ada yang tanahnya bergeser pasti mereka bergerak," ucap Bimo dihubungi kumparan.
Namun, Bimo pun mengamini juga kawanan monyet itu turun gunung karena kurangnya pasokan makanan di habitatnya.
"Yang pastinya masalah pasokan makanan sih di habitat dia itu makanannya (mungkin) sudah hilang," tutur Bimo.
Nov 26th 2022, 22:40, by Melly Meiliani, kumparanBOLA
Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERSFoto: Molly Darlington/REUTERSFoto: Jennifer Lorenzini/REUTERSFoto: Issei Kato/REUTERSFoto: Kai Pfaffenbach/REUTERSFoto: Issei Kato/REUTERSFoto: Molly Darlington/REUTERSFoto: Jennifer Lorenzini/REUTERSFoto: Kai Pfaffenbach/REUTERSFoto: Kai Pfaffenbach/REUTERSFoto: Kai Pfaffenbach/REUTERS
Polandia sukses meraih tiga angka usai mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup C Piala Dunia 2022, di Stadion Education City, Al Rayyan, Qatar, Sabtu (26/11).
Robert Lewandowski dan Wojciech Szczesny menjadi kunci kemenangan Polandia. Lewandowski membuat assist untuk gol Piotr Zielinski di menit 39, serta membuat gol di menit 82.
Szczesny di lain sisi mampu menutup harapan Arab Saudi. Pada menit 45, Arab Saudi mendapatkan penalti, namun Szczesny berhasil menepis tendangan Salem Al-Dawsari.
Hasil itu membuat Polandia sementara memuncaki klasemen Grup A dengan 4 poin. Sementara itu, The Green Falcons setingkat di bawahnya dengan selisih 3 poin.
Pemain Polandia Robert Lewandowski merayakan gol kedua mereka saat lawan Arab Saudi pada Piala Dunia 2022, di Education City Stadium, Al Rayyan, Qatar, sabtu (26/11/2022). Foto: Matthew Childs/REUTERS