Search This Blog

Tiga Prajurit RI di Lebanon Terluka, Kemlu Minta Dewan Keamanan PBB Usut

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tiga Prajurit RI di Lebanon Terluka, Kemlu Minta Dewan Keamanan PBB Usut
Apr 4th 2026, 15:28 by kumparanNEWS

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan usai melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan usai melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi di El Addaiseh, Lebanon Selatan, pada Jumat (3/4), yang melukai tiga personel pasukan perdamaian Indonesia.

Melansir dari laporan Kementerian Luar Negeri RI, pemerintah menegaskan insiden ini merupakan peristiwa serius, terlebih karena menjadi yang ketiga dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

"Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apa pun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya," demikian keterangan yang dikutip kumparan, Sabtu (4/4).

Lebih lanjut, Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk mengusut seluruh insiden yang menimpa UNIFIL.

"Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," lanjut keterangan Kemlu.

Selain itu, Indonesia juga menyerukan penyelidikan yang cepat dan transparan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

"Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan."

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik akibat operasi militer Israel di Lebanon Selatan dan menambah daftar gangguan keamanan terhadap pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam sepekan terakhir.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian tidak dapat ditawar.

"Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban." lanjut keterangan tersebut.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia menyampaikan doa dan solidaritas bagi para korban.

"Indonesia mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka dan menyampaikan solidaritas kepada para personel beserta keluarganya." tutupnya.

Media files:
01jrckamqhv3e7tsdpg8hgt24z.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar