Seorang anak pengungsi korban bencana geologi tanah bergerak bermain sepeda di dekat tenda darurat Kelurahan Jangli, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Sebanyak 60 jiwa dari 22 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kampung Sekip, Semarang telah tinggal di tenda darurat tersebut. Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Mereka tinggal di sana selama kurang lebih 60 hari tanpa kepastian hunian sementara (huntara) maupun lokasi relokasi, sementara masa pengungsian dibatasi hingga 16 April 2026. Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Seorang anak pengungsi korban bencana geologi tanah bergerak bermain sepeda di dekat tenda darurat Kelurahan Jangli, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak 60 jiwa dari 22 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kampung Sekip, Semarang, telah tinggal di tenda darurat tersebut.
Mereka tinggal di sana selama kurang lebih 60 hari tanpa kepastian hunian sementara (huntara) maupun lokasi relokasi, sementara masa pengungsian dibatasi hingga 16 April 2026.
Pengungsi korban bencana geologi tanah bergerak berbincang di depan tenda darurat, Kelurahan Jangli, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar