Warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, mulai kembali ke rumah mereka usai banjir berangsur surut akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOWarga tampak bergotong royong menyingkirkan material tanah yang menutup rumah-rumah warga pada Minggu (5/4). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOSementara enam alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOBanjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang terjadi pada Jumat (3/4) siang. Insiden ini menewaskan seorang bocah berusia 8 tahun. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, mulai kembali ke rumah mereka usai banjir berangsur surut akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Warga tampak bergotong royong menyingkirkan material tanah yang menutup rumah-rumah mereka pada Minggu (5/4).
Enam alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol.
Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang terjadi pada Jumat (3/4) siang. Insiden ini menewaskan seorang bocah berusia 8 tahun usai terseret arus banjir.
Warga bergotong royong menyingkirkan material tanah yang menimbun sebuah rumah pascabanjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah, Minggu (5//4/2026). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar