Foto udara menunjukkan sejumlah rumah warga rusak akibat banjir bandang yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Sabtu (4/4/2026). Banjir terjadi setelah tanggul tak mampu menahan debit air hujan dari hulu ke hilir pada Jumat (3/4/2026). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOBerdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Sabtu (4/4) pukul 09.00 WIB, banjir melanda delapan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOPeristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOSelain korban jiwa, kerusakan juga terjadi pada permukiman warga. Tercatat lima rumah roboh dan 13 lainnya mengalami kerusakan sedang hingga berat. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOSejumlah warga tampak menyaksikan kondisi rumah mereka yang rusak, bahkan ada yang hanya bisa melihat sisa bangunan setelah diterjang banjir. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOSebagian warga yang terdampak kini mengungsi di Aula Kecamatan Guntur dan lokasi pengungsian lainnya. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTODi tengah kondisi tersebut, warga berharap adanya penanganan cepat serta perbaikan tanggul guna mencegah banjir serupa kembali terjadi. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOFoto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Foto udara menunjukkan sejumlah rumah warga rusak akibat banjir bandang yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Sabtu (4/4/2026). Banjir terjadi setelah tanggul tak mampu menahan debit air hujan dari hulu ke hilir pada Jumat (3/4/2026).
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Sabtu (4/4) pukul 09.00 WIB, banjir melanda delapan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.
Selain korban jiwa, kerusakan juga terjadi pada permukiman warga. Tercatat lima rumah roboh dan 13 lainnya mengalami kerusakan sedang hingga berat. Sejumlah warga tampak menyaksikan kondisi rumah mereka yang rusak, bahkan ada yang hanya bisa melihat sisa bangunan setelah diterjang banjir.
Sebagian warga yang terdampak kini mengungsi di Aula Kecamatan Guntur dan lokasi pengungsian lainnya. Di tengah kondisi tersebut, warga berharap adanya penanganan cepat serta perbaikan tanggul guna mencegah banjir serupa kembali terjadi.
Foto udara kondisi jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang menyebabkan banjir bandang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4//4/2026). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar