Search This Blog

223 Rumah di Ternate Rusak Usai Gempa 7,6 M, Sebanyak 1.966 Orang Mengungsi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
223 Rumah di Ternate Rusak Usai Gempa 7,6 M, Sebanyak 1.966 Orang Mengungsi
Apr 5th 2026, 19:40 by kumparanNEWS

Seorang warga memeriksa kondisi rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Seorang warga memeriksa kondisi rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Total 233 bangunan di Ternate rusak akibat gempa 7,6 magnitudo yang terjadi di Laut Maluku pada Kamis (2/4). Sebanyak 223 bangunan yang rusak merupakan rumah warga.

"Di mana untuk klasifikasi rumah warga kurang lebih ada 200 sekian, yang rusak berat 104, rusak sedang 58, dan ringan 61. Itu untuk hunian warga," kata Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Minggu (5/4).

Selain tempat tinggal warga, gempa juga merusak fasilitas umum. Di antaranya sekolah dan rumah ibadah.

"Sedangkan fasilitas kantor 1, dan 1 bangunan sekolah di Kelurahan Mayau. Kemudian fasilitas rumah ibadah gereja, di kelurahan Lelewi 2 rusak berat, 1 rusak ringan. Ada juga di Kelurahan Bido rusak berat 2, di Kelurahan Mayau rusak berat 2 dan rusak sedang 1," ujarnya.

Seorang warga berdiri di depan rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).  Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Seorang warga berdiri di depan rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Sebanyak 1.966 jiwa dari 568 keluarga memilih untuk tinggal di pengungsian sejak gempa terjadi. Pengungsian tersebar di 29 titik.

"Betul jadi 4 kelurahan itu 100 lebih, jadi malam itu saya baru tiba baru dua kelurahan karena sudah larut dan di Mayau itu titik evakuasi ada di situ dan di situ ada 700 sekian, dan besoknya saya turun himpun tambah dengan Tifure sudah 1.000 sekian, terkait dengan stay di kamp-kamp pengungsian," ucap Rizal.

Seorang warga terdampak gempa bumi menjemur sarung di depan tenda yang mereka dirikan di dataran tinggi Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Seorang warga terdampak gempa bumi menjemur sarung di depan tenda yang mereka dirikan di dataran tinggi Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Pemkot Ternate telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak Kamis, 2 April 2026. Bantuan telah didistribusikan kepada warga terdampak di antaranya tenda, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.

Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan kapal milik Basarnas, dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate dan akan disalurkan ke Pulau Tifure dan Pulau Mayau.

Media files:
01kn8hbxxnn1g066w7jf5p0sg0.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar