Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Sumber pemerintah mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Namun belum disebutkan jelas sumber pemerintah Iran yang dimaksud.
Dilansir Al-Jazeera, pemerintah Iran juga menetapkan 40 hari masa berkabung atas wafatnya Khamenei. Konfirmasi tersebut disampaikan kantor berita Tasnim dan Fars, pada Minggu (1/3). Fars menyebut keputusan berkabung diambil tak lama setelah kematian Khamenei diumumkan secara resmi ke publik.
Seorang pejabat senior Israel sebelumnya mengatakan jasad Khamenei ditemukan setelah salah satu serangan menghantam kompleks yang menjadi target utama, dikutip dari Reuters.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan kompleks tempat Khamenei berada telah dihancurkan.
Foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ditayangkan di televisi ketika berita tentang kematiannya diumumkan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Presiden AS Donald Trump mengakui AS bekerja erat dengan Israel dalam operasi tersebut. Trump mengatakan serangan itu bertujuan mengakhiri ancaman jangka panjang Iran dan memastikan negara tersebut tidak mampu mengembangkan senjata nuklir.
Trump menyebut sistem intelijen dan pelacakan telah memantau pergerakan Khamenei sebelum serangan dilakukan.
"Tidak ada satu hal pun yang bisa ia lakukan, atau para pemimpin lain yang terbunuh bersamanya," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.
Trump juga menyerukan agar rakyat Iran menggulingkan pemerintahannya. Namun ia memperingatkan operasi militer belum akan berhenti.
"Pemboman berat dan presisi, bagaimanapun, akan terus berlanjut tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kami, yaitu "perdamaian di seluruh timur tengah dan, pada kenyataannya, dunia!" katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar