IRGC atau Garda Revolusi Iran menyatakan pasukan dirgantaranya meluncurkan gelombang rudal hipersonik dan drone tempur yang menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel serta Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Dalam pernyataan yang dilansir kantor berita Iran, Fars, pada Kamis (5/3) dini hari, IRGC menyebut serangan itu terjadi pada tahap ke-17 Operasi True Promise 4 dengan sandi "Yā Rasūlallāh, ṣallā Allāhu 'alayhi wa ālih" atau Wahai Rasulullah, semoga salawat dan salam tercurah kepadanya dan keluarganya".
"Rudal hipersonik dan drone serbu berhasil melewati sistem THAAD [Terminal High Altitude Area Defense] milik Amerika Serikat dan menghantam target-target strategis," kata IRGC.
"Kementerian Pertahanan rezim Zionis dan Bandara Ben Gurion menjadi sasaran serangan," lanjutnya.
Seorang petugas keamanan berdiri di pintu masuk Bandara Ben Gurion setelah serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman, di Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS
IRGC mengatakan, keberhasilan mereka menghancurkan sejumlah radar canggih di kawasan tersebut membuat AS dan Israel tak mampu mendeteksi kiriman rudal dari Iran.
"Dengan keberhasilan penghancuran lebih dari tujuh radar ultracanggih, mata Amerika dan rezim Zionis perampas di kawasan telah dibutakan," ujarnya.
Al Jazeera juga mengutip pernyataan IRGC itu.
"IRGC menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel, termasuk di sekitar Bandara Ben Gurion, setelah serangan AS–Israel menghantam lebih dari 115 kota di Iran, menewaskan lebih dari 900 orang," lapornya.
"Ada kekhawatiran jumlah korban sebenarnya lebih tinggi karena serangan juga mengenai rumah sakit, sekolah, dan rumah-rumah warga," lanjutnya.
AS-Israel Serang Bandara di Iran
Sebelumnya, pasukan AS-Israel menyerang Bandara Bushehr di Iran. Sebuah pesawat penumpang milik Iran Air yang terparkir di bandara tersebut hancur.
Kantor berita Iran Mehr News Agency melaporkan serangan juga menyasar area sekitar Bandara Mehrabad di Teheran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar