Search This Blog

China Siap Bantu Asia Tenggara Atasi Krisis Energi Imbas Konflik Iran

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
China Siap Bantu Asia Tenggara Atasi Krisis Energi Imbas Konflik Iran
Mar 19th 2026, 18:02 by kumparanBISNIS

Kepulan asap menutupi cakrawala kota setelah serangan Israel yang dilaporkan terjadi di pinggiran selatan Beirut, menyusul eskalasi antara Hizbullah dan Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, Lebanon, 13 Maret 2026. Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Kepulan asap menutupi cakrawala kota setelah serangan Israel yang dilaporkan terjadi di pinggiran selatan Beirut, menyusul eskalasi antara Hizbullah dan Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, Lebanon, 13 Maret 2026. Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi gangguan energi akibat konflik di Iran. Sikap ini sekaligus diiringi seruan agar pihak-pihak yang terlibat segera menghentikan operasi militer demi meredam dampak global.

Mengutip Reuters, sebagai negara dengan sektor penyulingan minyak terbesar di dunia, komitmen China dinilai penting bagi kawasan Asia Tenggara yang berpenduduk lebih dari 700 juta orang. Terlebih, sebelumnya Beijing sempat melarang ekspor solar, bensin, dan bahan bakar jet pada awal bulan ini.

Kebijakan tersebut berpotensi memperparah kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga energi di sejumlah negara mitra strategis China di Asia Tenggara, yang sudah terdampak pemangkasan suplai akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

"Situasi di Timur Tengah telah mengganggu keamanan energi global," kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam konferensi pers rutin ketika ditanya apakah negara-negara Asia Tenggara telah menghubungi Tiongkok untuk meminta bantuan.

Ia menegaskan pentingnya penghentian konflik agar tidak memperluas dampak ekonomi global.

"Negara-negara yang terlibat harus segera menghentikan operasi militer untuk mencegah ketidakstabilan regional berdampak lebih besar pada pembangunan ekonomi global," kata Lin.

China juga membuka peluang koordinasi lebih erat dengan negara di kawasan untuk mengatasi tekanan energi.

"China bersedia memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk bersama-sama mengatasi masalah keamanan energi," tambah Lin.

Jika kebijakan pembatasan ekspor dilonggarkan, langkah tersebut dinilai bisa meredakan kekhawatiran pasokan bahan bakar di berbagai negara, mulai dari Filipina hingga Kamboja.

Di tengah situasi ini, Filipina mulai menjajaki kerja sama energi dengan China. Menteri Energi Filipina Sharon Garin diketahui telah bertemu dengan duta besar Tiongkok untuk Filipina pada Selasa, membahas potensi kolaborasi di sektor energi, terlepas dari ketegangan kedua negara terkait sengketa Laut Cina Selatan.

Media files:
01kkjfyaf9kent7evhzpvqbeef.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar