Search This Blog

AS Gelontorkan Reasuransi USD 20 M demi Amankan Jalur Minyak di Selat Hormuz

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
AS Gelontorkan Reasuransi USD 20 M demi Amankan Jalur Minyak di Selat Hormuz
Mar 7th 2026, 15:15 by kumparanBISNIS

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Kenny Holston/The New York Times/HO via Reuters
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Kenny Holston/The New York Times/HO via Reuters

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan program reasuransi senilai USD 20 miliar untuk menghidupkan kembali pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas di jalur tersebut hampir terhenti di tengah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

US International Development Finance Corp. (DFC) telah mengerahkan reasuransi maritim, termasuk risiko perang, di wilayah Teluk Persia untuk menstabilkan perdagangan. Dalam sebuah pernyataan, fasilitas ini akan mengasuransikan kerugian hingga sekitar USD 20 miliar secara berkelanjutan dan untuk saat ini hanya berlaku untuk kapal.

Pengumuman ini datang beberapa hari setelah Trump memerintahkan DFC untuk menawarkan asuransi dengan harga yang sangat wajar untuk memastikan aliran energi dan perdagangan komersial lainnya di Teluk Persia karena harga minyak mentah melonjak.

Komentarnya muncul setelah beberapa pemerintahan, termasuk AS, menyatakan ketersediaan asuransi menghambat transit. Trump juga mengatakan militer AS mungkin akan mengawal kapal di Selat Hormuz, tetapi belum ada rencana yang diumumkan.

Selat Hormuz mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak global, serta gas, pupuk, dan produk lainnya. Iran telah mengancam akan menyerang kapal yang berusaha melintasi jalur laut tersebut, yang memicu lonjakan harga minyak dan bahan bakar lainnya.

Burung-burung terbang di dekat perahu di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
Burung-burung terbang di dekat perahu di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

"DFC dan Kementerian Keuangan berkoordinasi erat dengan CENTCOM mengenai langkah selanjutnya dalam implementasi rencana ini," kata lembaga pembangunan tersebut, merujuk pada komando pusat militer AS.

DFC mengatakan telah mengidentifikasi mitra asuransi AS yang terbaik dan pilihan utama. Bahkan sebelum pengumuman DFC, perusahaan asuransi swasta terus menawarkan premi untuk kapal yang ingin melewati wilayah tersebut.

Asosiasi Pasar Lloyd's mengatakan penawaran sedang dilakukan, sementara broker Arthur J. Gallagher & Co. mengatakan pasar asuransi London bersedia dan mampu menanggung kapal yang ingin melewati selat tersebut.

Menurut seorang pejabat lembaga, perusahaan asuransi telah menyatakan minat untuk bermitra dengan DFC untuk menawarkan reasuransi. Struktur program tersebut mencerminkan percakapan ekstensif yang dilakukan lembaga tersebut dengan perusahaan asuransi, kata pejabat tersebut.

Media files:
01kj9ns60j0wp76dmqe6vpxtgt.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar