Search This Blog

Kenapa Pesawat Menghindari Awan Cumulonimbus? Ini Bahaya Icing yang Mengintai

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Pesawat Menghindari Awan Cumulonimbus? Ini Bahaya Icing yang Mengintai
Feb 23rd 2026, 09:00 by Achmad Danang Satria

Ilustrasi awan cumulonimbus (unsplash.com/raychel sanner)
Ilustrasi awan cumulonimbus (unsplash.com/raychel sanner)

Pernah melihat di film atau bahkan secara langsung pesawat memilih memutar arah untuk menghindari awan Cumulonimbus (Cb), padahal kalau diterobos mungkin waktu tempuh bisa lebih singkat? Keputusan ini bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah risiko icing, yaitu pembentukan es pada bodi atau mesin pesawat yang bisa membahayakan penerbangan.

Di dalam awan Cumulonimbus, terutama di wilayah tropis atau khatulistiwa, terdapat sangat banyak tetes air berukuran sangat kecil yang disebut supercooled water. Tetesan ini memiliki suhu di bawah 0°C, tetapi masih berada dalam bentuk cair. Secara logika, air di suhu serendah itu seharusnya sudah membeku. Namun, dalam kondisi tertentu, air bisa tetap cair meskipun suhunya jauh di bawah titik beku.

Hal ini terjadi karena untuk membeku, air membutuhkan pemicu atau inti pembekuan (ice nuclei/CCN), seperti debu, garam, atau partikel polutan. Di dalam awan Cumulonimbus, banyak tetes air yang sangat kecil dan belum memiliki pemicu tersebut, sehingga belum berubah menjadi kristal es, meskipun suhunya sudah di bawah 0°C. Inilah yang disebut sebagai kondisi supercooled.

Ilustrasi peta pesawat terbang (unsplash.com/john mcarthur)
Ilustrasi peta pesawat terbang (unsplash.com/john mcarthur)

Masalah muncul ketika pesawat masuk ke dalam awan ini. Bodi pesawat akan "menabrak" tetes-tetes supercooled water tersebut. Benturan dengan permukaan padat pesawat menjadi pemicu yang membuat air itu membeku secara mendadak dan menempel sebagai es. Inilah yang disebut peristiwa icing.

Penumpukan es sangat berbahaya bagi pesawat. Es bisa:

1. Mengubah bentuk sayap (daya angkat (lift) turun)

2. Menambah berat pesawat

3. Mengganggu sensor (pitot tube, engine intake)

4. Mengurangi performa mesin

Semua itu bisa menurunkan performa pesawat dan meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itulah, pesawat komersial umumnya sangat menghindari terbang menembus awan Cumulonimbus. Pilot lebih memilih memutar rute atau menunda penerbangan demi keselamatan. Meski begitu, ada beberapa jenis pesawat, khususnya pesawat militer, yang memang dirancang lebih kuat untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini.

Kesimpulannya, menghindari awan Cumulonimbus bukan soal mencari jalan yang lebih jauh, tetapi memilih jalan yang lebih aman. Di balik awan menjulang itu, tersembunyi risiko icing yang bisa mengancam keselamatan penerbangan.

Media files:
01khxp4t9f5hf8pew129v0j7cz.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar