Search This Blog

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes Beri Pesan Khusus untuk Ibu-ibu

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes Beri Pesan Khusus untuk Ibu-ibu
Feb 27th 2026, 15:33 by kumparanNEWS

Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau gedung baru RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2/2026). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau gedung baru RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2/2026). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah hingga para ibu di Bima, Nusa Tenggara Barat mendorong anak-anaknya menjadi dokter, terutama dokter spesialis, guna mengatasi kekurangan tenaga medis di daerah.

Hal itu ia sampaikan saat kunjungannya ke RSUD Kota Bima pada Jumat (27/2).

Menurut dia, persoalan kurangnya dokter spesialis bukan hanya terjadi di Bima, melainkan hampir di seluruh Indonesia. Budi menilai hal itu bisa diatasi dengan setidaknya memilih dokter spesialis asal daerah masing-masing rumah sakit.

"Betul. Di seluruh Indonesia juga begitu, Pak. Enggak hanya Bima aja. Kalau saya ditanya. Saya sangat berharap yang jadi dokter itu harus putra-putri daerah. Dan harus putra-putri daerah supaya mereka enggak lari-lari ke mana-mana (ke luar provinsi)," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan soal kurangnya dokter spesialis di Bima.

Secara khusus, ia meminta kepala daerah membujuk para orang tua agar mengarahkan anaknya menempuh pendidikan kedokteran.

"Saya ingin asli orang Bima ya. Jadi sebanyak-banyaknya, Pak Bupati, Pak Wali Kota, itu dokter kurang. Tolong bujukin semua ibu-ibu, bawa anaknya suruh jadi dokter ya. Yang pinter atau menikahkan anaknya dengan dokter, bawa ke sini yang cantik-cantik ya. Karena dokter itu sangat dibutuhkan," imbuh Budi.

Ia juga menyinggung strategi agar dokter yang sudah ada tetap bertahan di Bima. Saat berdialog dengan para dokter, ia menanyakan asal-usul hingga status pernikahan mereka.

"Saya tadi liat tuh (dokter) yang jilbab hitam itu yang berdiri tuh, itu dari sini, orang sini. Yang jilbab merah muda, itu orang Makassar tapi menikah sama orang sini, gitu ya, spesialis saraf gitu," kata Budi.

Budi bahkan berkelakar soal risiko dokter pindah jika tidak memiliki ikatan keluarga di daerah tersebut.

"Yang (dokter) penyakit dalam sudah menikah belum? Istrinya orang apa? Wah ini bahaya nih. Sebentar lagi pulang dia tuh ke Jawa tuh," ujarnya.

Selain itu, ia menyatakan akan memperbanyak pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit daerah dan memastikan putra-putri daerah mendapat prioritas.

"Semua rumah sakit, rumah sakit umum daerah itu juga harus jadi rumah sakit pendidikan. Supaya bisa mengakselerasi dokter-dokter umum cepat bisa jadi dokter spesialis. Dan kalau rumah sakit pendidikan spesialisnya kan di bawah saya, itu saya akan pastikan itu harus putra-putri asli daerah," ucap Budi.

Media files:
01kjej5ahejsr99ndejb9h2me9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar