Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: Shutterstock
Harga minyak mentah naik pada Kamis (19/2) dan ditutup pada level tertinggi dalam enam bulan, karena para pedagang khawatir meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, setelah meningkatkan aktivitas militer di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik USD 1,31, atau 1,9 persen menjadi USD 71,66 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup naik USD 1,24, atau 1,9 persen menjadi USD 66,43 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara ICE Newcastle melemah pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak Maret 2026 turun 0,49 persen dan berada di harga USD 121.55 per ton.
CPO
Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO
Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia melonjak sekitar 2 persen menjadi sekitar MYR 4.100 per ton pada Kamis. Menurut situs tradingeconomics, harga CPO pulih dari pelemahan setelah perdagangan dilanjutkan usai libur Tahun Baru Imlek selama dua hari.
Nikel
Harga nikel terpantau cenderung stabil pada penutupan perdagangan Kamis. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,07 persen menjadi USD 17.287 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) turun tipis 0,61 persen dan menetap di USD 45.640 per ton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar