Search This Blog

Trump Mau Genjot Produksi Minyak Venezuela, Sudah Ajak Perusahaan Energi AS

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Trump Mau Genjot Produksi Minyak Venezuela, Sudah Ajak Perusahaan Energi AS
Jan 25th 2026, 10:53 by kumparanBISNIS

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di atas pesawat Air Force One pada (11/1/2026). Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di atas pesawat Air Force One pada (11/1/2026). Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berniat menggandeng perusahaan energi mereka baik di produsen minyak maupun kontraktor ladang minyak untuk menggenjot percepatan produksi minyak Venezuela. Hal itu merupakan bagian dari rencana pembangunan ulang industri minyak Venezuela yang diperkirakan akan memakan biaya USD 100 miliar.

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (25/1), saat ini AS memang tengah membicarakan hal itu dengan perusahaan produsen minyak Chevron Corp. Selain itu, terdapat pula beberapa kontraktor ladang minyak asal AS seperti Baker Hughes Co., Halliburton Co., dan perusahan asal Prancis yang terdaftar di bursa saham New York (NYSE), Schlumberger atau SLB Ltd.

Dengan langkah itu, upaya pembangunan ulang industri minyak Venezuela diperkirakan bisa memakan biaya lebih kecil dari USD 100 miliar. Nantinya Baker Hughes, Halliburton dan SLB akan berfokus pada perbaikan atau penggantian peralatan produksi yang rusak atau usang di Venezuela.

Sementara itu, Chevron akan lebih dulu memaksimalkan aset yang sudah ada di Venezuela. Chevron menargetkan peningkatan produksi hingga 50 persen dari usaha patungannya dengan perusaahaan minyak Venezuela, PDVSA dalam 18 sampai 24 bulan ke depan.

Saat ini, joint venture tersebut memproduksi sekitar 240 ribu barel per hari. Chevron juga sudah menyatakan bahwa mereka siap membantu Venezuela membangun masa depan yang lebih baik sekaligus memperkuat ketahanan energi dan keamanan kawasan.

Percepatan langkah ini memang didesain untuk memenuhi tujuan Presiden AS Donald Trump yang ingin meningkatkan produksi minyak Venezuela dengan segera usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA, di Puerto Cabello, Venezuela. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA, di Puerto Cabello, Venezuela. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS

Trump menargetkan produksi minyak Venezuela bisa mendekati puncak produksi tahun 1970 yakni sekitar 3,75 juta barel per hari. Di masa tersbeut, negara itu mengoperasikan sekitar 75 rig pengeboran. Saat ini, produksi minyak Venezuela masih di bawah 1 juta barel per hari.

"Penjualan minyak Venezuela akan menguntungkan kedua negara dan menurunkan harga minyak lebih jauh. Kami memproduksi minyak lebih banyak daripada kapan pun dalam sejarah negara kami. Jika ditambah Venezuela, itu menjadi bagian besar dari pasar," kata Trump di Air Force One, Kamis (22/1) lalu.

Peningkatan pasokan minyak Venezuela dalam waktu dekat sejalan dengan sejumlah prioritas Trump. Ia memandang dominasi energi AS adalah alat pengaruh global sekaligus modal politik domestik. Meski tambahan pasokan dari Venezuela nantinya terbatas, hal itu dinilai dapat membantu menahan harga minyak dan bensin serta memberi ruang bagi AS untuk mengambil langkah terhadap Iran tanpa mengguncang pasar.

Menurut seorang pejabat pemerintahan Trump, masuknya peralatan dan teknologi perminyakan mutakhir AS ke Venezuela yang industri minyaknya terkena sanksi selama bertahun-tahun dapat menghidupkan kembali sumur-sumur lama dan menghasilkan produksi baru hanya dalam hitungan bulan.

Media files:
01keqymbysn9a7we1ratm7ajb1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar