Search This Blog

Pemkab Tegal Tetapkan Status Tanggap Darurat di Kawasan Wisata Guci

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemkab Tegal Tetapkan Status Tanggap Darurat di Kawasan Wisata Guci
Jan 26th 2026, 09:00 by kumparanTRAVEL

Wisata pemandian air panas di Guci. Foto: Adhing/Shutterstock
Wisata pemandian air panas di Guci. Foto: Adhing/Shutterstock

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah, resmi menetapkan kawasan wisata Guci degan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan akibat peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (24/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin, mengatakan bahwa penetapan status darurat tersebut sebagai langkah penanganan darurat bagi yang mengalami kerusakan bangunan, maupun fasilitas di kawasan objek wisata tersebut. Meski demikian, hingga saat ini, tidak ada laporan tentang korban jiwa dan rumah yang terdampak.

Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO
Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO

"Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak, kecuali beberapa fasilitas objek wisata dan tiga jembatan hilang. Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk penanganan darurat," kata Afifudin, seperti dikutip dari Antara.

Adapun beberapa fasilitas objek wisata yang rusak dan tertutup material adalah Pancoran 13, Pancoran 5, dan Pemandian Air Panas. Sedangkan tiga jembatan yang hilang, yaitu dua jembatan yang berada di objek wisata, serta satu jembatan penghubung Siramp dan Bumijaya.

Plh Bupati Tegal Ahmad Kholid meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu, (24/1/2026). Foto: Dok. Istimewa
Plh Bupati Tegal Ahmad Kholid meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu, (24/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Akibat tumpukan material berupa pasir dan batu, objek Pancuran 13, Pancuran 5, dan pemandian air panas ditutup total untuk masyarakat" ujar Afifudin.

Ke depannya menurut Afifudin, pihaknya akan mendesain kawasan objek wisata Guci, agar lebih aman pasca-bencana. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya penanganan darurat yang dilakukan Pemkab Tegal.

Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO
Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO

"Kami mengupayakan melakukan desain kawasan itu lebih aman pasca-bencana. Jembatan akan dibangun lagi setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026," katanya.

Sementara itu, saat ini berdasarkan arahan Bupati Tegal, masyarakat bisa menggunakan jalan lain selama status tanggap darurat, karena jembatan masih ditutup.

"Namun, 11 lokasi longsor yang terjadi di Siramp dan Bumijaya, hingga menuju wilayah Kabupaten Brebes sudah bisa dilalui kendaraan, karena sisa material yang menumpuk di jalan sekitar pukul 13.30 WIB (Sabtu, 24/1), sudah dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan," pungkas Afifudin.

Media files:
01kftbe585swzzfpmbc2pna6c4.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar