Presiden Venezuela Nicolás Maduro berbicara dalam konferensi pers sehari setelah referendum konsultatif mengenai kedaulatan Venezuela atas wilayah Essequibo yang dikuasai negara tetangga Guyana, di markas CNE di Caracas pada 4 Desember 2023. Foto: Federico Parra / AFP
Presiden Venezuela Nicolás Maduro menegaskan negaranya menolak agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Hal ini diungkapkan Maduro usai ledakan terjadi di ibu kota Venezuela, Caracas.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (3/1), ledakan terjadi di Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Maduro pun menyatakan keadaan darurat nasional dan meminta kekuatan sosial dan politik untuk mengaktifkan rencana mobilisasi.
Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang menyerang Venezuela. Diduga serangan ini dilakukan oleh AS.
Sebuah kolom asap membubung tinggi selama serangkaian ledakan pada dini hari di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: Video obtained by Reuters/via REUTERS
Namun saat dikonfirmasi ke Pentagon, Pentagon malah meminta untuk menanyakan langsung ke Gedung Putih. Gedung Putih hingga kini menolak memberikan jawaban.
Hubungan AS dan Venezuela tegang setelah Presiden Donald Trump menuduh Venezuela membanjiri AS dengan narkoba. Pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir melakukan operasi pengeboman kapal Venezuela yang dituduh membawa narkoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar