Search This Blog

Pendidikan Kejuruan Makin Dikuatkan, Mu'ti: Ada SMK Kopi, SMK Teh, SMK Cokelat

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pendidikan Kejuruan Makin Dikuatkan, Mu'ti: Ada SMK Kopi, SMK Teh, SMK Cokelat
Dec 8th 2025, 11:08 by kumparanNEWS

Mendikdasmen Abdul Mu'ti ditemui usai membuka Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta Pusat pada Senin (8/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti ditemui usai membuka Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta Pusat pada Senin (8/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya tengah memperluas pengembangan program keahlian SMK berbasis keunggulan lokal. Terutama sektor pertanian dan kelautan.

Ia menyebutkan sejumlah jenis SMK baru yang sedang dipertimbangkan.

"Sekarang sudah mulai ada beberapa SMK Kopi. Ada nanti mungkin ke depan SMK Teh, ada nanti SMK Cokelat, atau SMK Nilam, dan lain-lain," ujarnya usai membuka Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Senin (8/12).

Menurut dia, penguatan SMK pertanian tidak hanya mencakup tanaman pangan, tetapi juga perikanan.

"Yang pertanian ini, tidak hanya meliputi pertanian dalam pengertian menanam padi, sayur, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah perikanan," ungkapnya.

Ilustrasi siswa STM. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi siswa STM. Foto: Shutter Stock

Penguatan SMK berbasis keunggulan lokal, kata Mu'ti, penting untuk membangun kedaulatan pangan sekaligus membuat SMK lebih diminati generasi muda.

Ia menjelaskan, upaya ini diharapkan mampu mendekatkan siswa pada alam dan tradisi budaya tempat mereka tinggal. Selain itu, sekolah dituntut memberikan kemampuan teknologi agar potensi alam dapat diolah menjadi pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan.

"Itu yang nanti coba kami kembangkan," kata Mu'ti.

Bagi Mu'ti, revitalisasi SMK dilakukan guna mengubah stigma yang menempel pada profesi petani.

"Ada tantangan kultural di mana sebagian generasi muda berpendapat, menjadi petani itu seakan identik dengan mereka yang tidak berpendidikan, ekonominya lemah, dan penampilannya kurang keren. Dengan ini, kami ingin mengubah mindset itu," ucapnya.

Media files:
01kbxyzrpbt4133nezgmybsksf.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar