Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato pada KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) 2025 di Pusat Konvensi dan Pameran Meijiang di Tianjin, China, Senin (1/9/2025). Foto: Suo Takekuma/Pool via REUTERS
Presiden China Xi Jinping menyampaikan duka cita kepada korban kebakaran hebat apartemen di distrik Tai Pao, Hong Kong. Sedikitnya 44 orang tewas, termasuk satu pemadam kebakaran.
Xi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan mereka yang terdampak bencana. Xi juga meminta upaya memadamkan kebakaran dimaksimalkan, serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian.
Dikutip dari China Daily, Kamis (27/11), Xi yang merupakan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan Ketua Komisi Militer Pusat telah menerima informasi tentang upaya penyelamatan dan korban jiwa akibat kebakaran.
Seorang pria bereaksi saat asap mengepul sementara api melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
Dia memerintahkan Kantor Kerja Komite Sentral Partai Komunis China di Hong Kong dan Makau, serta Kantor Penghubung Pemerintah Pusat Rakyat di Hong Kong untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, merawat yang terluka, serta memberikan dukungan pascabencana.
Xi juga menuntut departemen dan daerah terkait untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada pemerintah Hong Kong untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian.
Pemerintah Hong Kong telah mengaktifkan mekanisme penyelamatan darurat Kantor Penghubung Pemerintah Pusat Rakyat di Hong Kong telah membentuk satuan tugas darurat untuk menjaga komunikasi yang erat dengan pemerintah Hong Kong dan mendukung penuh upaya penyelamatan.
3 Orang Ditangkap Atas Dugaan Kelalaian hingga Menyebabkan Kebakaran Apartemen di Hong Kong
Asap mengepul saat api melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
Kepolisian Hong Kong menangkap tiga orang yang dinilai bertanggung jawab atas kebakaran hebat yang menewaskan sedikitnya 44 orang di kompleks apartemen di distrik Taipao. Kepala polisi Hong Kong, Eileen Chung, menyebut ada faktor kelalaian hingga menyebabkan kebakaran.
Kompleks apartemen itu memiliki 8 blok dengan 2 ribu unit apartemen dan dihuni lebih dari 4.600 warga. Pada saat kejadian, 7 dari 8 blok apartemen tersebut sedang menjalani pekerjaan pemeliharaan atau renovasi besar-besaran.
Sebagian besar bagian luar (eksterior) gedung ditutupi oleh perancah bambu (scaffolding atau steger) dan dilapisi jaring konstruksi.
"Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa pihak yang bertanggung jawab di perusahaan itu sangat lalai, sehingga kecelakaan ini terjadi dan membuat api menyebar tak terkendali, berakibat pada banyaknya korban jiwa," kata Chung, dikutip dari Reuters.
Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
Chung mengatakan, tiga orang dari perusahaan konstruksi telah ditangkap, yaitu dua direktur dan satu konsultan teknik atas dugaan pembunuhan dalam kebakaran itu.
Kebakaran ini diduga karena perancah bambu dan material busa yang digunakan selama pekerjaan pemeliharaan.
Banyak penghuni yang menyampaikan kritik di media sosial atas kelalaian dan penghematan biaya yang menurut mereka jadi penyebab kebakaran. Satu video menunjukkan sejumlah pekerja konstruksi merokok di atas perancah bambu yang mengelilingi salah satu blok bangunan selama proses renovasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar