Penduduk Teheran berdoa memohon hujan pada hari Jumat (14 /11), saat Iran menghadapi krisis air terburuk dalam beberapa dekade. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Di kutip dari Reuters, Teheran yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa mungkin akan segera tidak dapat dihuni jika kekeringan yang melanda negara itu terus berlanjut. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Presiden Masoud Pezeshkian telah memperingatkan bahwa jika curah hujan tidak turun pada bulan Desember, pemerintah harus mulai membatasi air di Teheran. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Taruhannya tinggi bagi para pemimpin ulama Iran. Pada tahun 2021, kekurangan air memicu protes keras di provinsi Khuzestan di selatan. Protes sporadis juga meletus pada tahun 2018, terutama dengan para petani yang menuduh pemerintah melakukan salah urus air. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Krisis air di Iran setelah musim panas yang terik tidak semata-mata disebabkan oleh rendahnya curah hujan. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Puluhan tahun salah urus, termasuk pembangunan bendungan yang berlebihan, pengeboran sumur ilegal, dan praktik pertanian yang tidak efisien, telah menguras cadangan. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Penduduk Teheran berdoa memohon hujan pada hari Jumat (14 /11), saat Iran menghadapi krisis air terburuk dalam beberapa dekade.
Di kutip dari Reuters, Teheran yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa mungkin akan segera tidak dapat dihuni jika kekeringan yang melanda negara itu terus berlanjut.
Presiden Masoud Pezeshkian telah memperingatkan bahwa jika curah hujan tidak turun pada bulan Desember, pemerintah harus mulai membatasi air di Teheran.
Taruhannya tinggi bagi para pemimpin ulama Iran. Pada 2021, kekurangan air memicu protes keras di provinsi Khuzestan di selatan. Protes sporadis juga meletus pada tahun 2018, terutama dengan para petani yang menuduh pemerintah melakukan salah urus air.
Krisis air di Iran setelah musim panas yang terik tidak semata-mata disebabkan oleh rendahnya curah hujan.
Puluhan tahun salah urus, termasuk pembangunan bendungan yang berlebihan, pengeboran sumur ilegal, dan praktik pertanian yang tidak efisien, telah menguras cadangan.
Para perempuan Iran berdoa memohon hujan setelah kemarau di kuil Imamzadeh Saleh di Teheran, Iran, Jumat (14/11/2025). Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar