Search This Blog

RS di Depok Tahan Ortu yang Tak Mampu Bayar Biaya Anak, KDM Langsung Bereskan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
RS di Depok Tahan Ortu yang Tak Mampu Bayar Biaya Anak, KDM Langsung Bereskan
Oct 20th 2025, 12:56 by kumparanNEWS

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Pemrpov Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Pemrpov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berbincang dengan orang tua yang ditahan di rumah sakit akibat tidak mampu membayar biaya perawatan anaknya.

Kedua orang tua itu bercerita tidak mampu melunasi biaya perawatan anaknya yang berusia 5 bulan, yang meninggal di rumah sakit dan memerlukan biaya Rp 14 juta.

"Kemarin tuh anak kami itu baru saja meninggal," ucap ibu bayi tersebut, dalam video Dedi yang dikirimkan ke kumparan, dikutip pada Senin (20/10).

"Nah, untuk biaya administrasi itu turun di jam 7 pagi. Total-total itu langsung 14 juta," timpal sang ayah.

Dedi pun sempat menanyakan kepemilikan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) anak mereka. Ayah tersebut menjawab anaknya sudah terdaftar pada BPJS tempat perusahaannya bekerja, namun belum aktif.

Ia mengaku baru bekerja sebulan di perusahaan air mineral. Sebelumnya, ia bekerja sebagai kurir paket.

"Untuk BPJS sudah ada, sudah terdaftar dari perusahaan yang sekarang, tempat saya kerja. Cuma belum aktif," kata ayah bayi itu.

Dedi menanyakan berapa hari bayi mereka dirawat sehingga mendapat tagihan rumah sakit hingga Rp 14 juta. Orang tua bayi tersebut menjawab anaknya hanya dirawat tidak sampai satu hari.

"Enggak sampai satu hari," jawab sang ibu.

Kedua orang tua itu memaparkan biaya intubasi yang mencapai Rp 1.271.000. Sementara itu, keduanya meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan keringanan.

"Jangankan 14 juta, sekarang nyari sejuta aja belum ada, Bu. Susah banget, saya bilang gitu," ucap sang ayah.

Kemudian, rumah sakit dapat memberikan keringanan dengan syarat ada anggota keluarga yang ditahan. Sang ayah pun mengambil keputusan untuk menyerahkan dirinya supaya anaknya dapat segera dimakamkan.

"Nah, dari rumah sakit oke dikasih keringanan, tapi harus ada anggota keluarga yang ditahan. Saya sebagai orang tua, langsung ambil keputusan. Saya yang ditinggal di situ biar bayi itu cepat dikubur," kata ayah bayi itu.

Ia juga bercerita selama 24 jam ditahan tidak mendapatkan makan sama sekali. Pihak rumah sakit kemudian memberikan keringanan biaya, dengan tagihan menjadi Rp 6.300.000. Kendati demikian, pihak keluarga masih belum bisa membawa pulang jenazah sang bayi.

"Cuma pihak rumah sakit, (saya) minta izin untuk bawa jenazahnya pulang aja, belum bisa," kata ayah bayi itu.

Dedi, melalui menanggapi peristiwa tersebut. Menurutnya, istilah tahanan rumah sakit terdengar cukup menyakitkan.

"Kalau ada istilah tahanan rumah atau tahanan kota, itu rasional karena bisa jadi sedang berada dalam kasus hukum. Tapi frasa 'tahanan rumah sakit' agak sakit terdengar di telinga," kata gubernur yang akrab disapa KDM itu.

KDM pun memberikan bantuan uang untuk pasutri tersebut.

Media files:
01k802hnn3a91pr6gf3cj8kqcr.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar