Pembina HMJ, Eka Yuda Gunawibawa dan Fotografer Agung Zulyan pada saat pemaparan materi | Foto : Taufik Hidayah/Lampung Geh
Lampung Geh, Tulang Bawang Barat – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung ( Unila) menggelar kegiatan tahunan Hunting Besar Photography 2025 di Sekolah Seni Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sabtu (11/10).
Pada hunting besar kali bertema Frames on Affection: Crafted Moments, Captured Souls, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan fotografi sekaligus menumbuhkan kepekaan dalam menangkap momen penuh makna dan kebersamaan.
Pada sesi materi, fotografer Agung Zulyan, membahas pentingnya memahami teknik dasar fotografi, komposisi, pencahayaan, hingga pendekatan interpersonal antara fotografer dan model.
"Teknik dasar itu penting banget, terutama buat pemula. Kalau dasarnya sudah kuat, nanti hasil fotonya akan lebih terarah. Zaman dulu fotografer lebih fokus pada hal teknis, sementara sekarang lebih ke ekspresi pribadi. Tapi basic tetap harus dikuasai," ujarnya.
Pembina HMJ, Eka Yuda Gunawibawa, memberikan apresiasi atas terselenggaranya hunting besar ini. Yuda menekankan pentingnya kesinambungan program dan inovasi setiap tahunnya.
"Jangan sia-siakan manfaat ini. Kalian yang nanti menjadi pengurus di tahun berikutnya punya tanggung jawab untuk melanjutkan, memperbaiki, dan mengembangkan kegiatan agar terus memberikan pembelajaran yang bermanfaat," tuturnya.
Yuda juga menambahkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi hardskill dan softskill mahasiswa di bidang komunikasi, serta memperkuat kolaborasi antaranggota.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hunting Besar, Robi Nurohman berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran dan kebersamaan.
"Hunting Besar Photography tahun ini bisa menjadi tempat untuk saling berbagi ilmu dan mempererat tali silaturahmi antaranggota," jelasnya.
Tidak hanya materi, Sesi awal dimulai dengan tour mengelilingi kawasan Sekolah Seni Tubaba. Diajak mengenal lingkungan sekitar sekolah seni sekaligus mengamati potensi visual yang menarik untuk dijadikan objek foto.
Tempat ini juga dimanfaatkan untuk mempelajari pencahayaan alami dan menentukan spot pemotretan terbaik.
Setelah itu, langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan hunting foto di area Sekolah Seni Tubaba. Usai sesi hunting, berkumpul kembali untuk melakukan evaluasi hasil karya bersama Agung Zulyan membahas aspek teknis, estetika, hingga pesan visual yang ingin disampaikan dari setiap foto hasil tangkapan kamera (Taufik/Put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar