Search This Blog

Krisis Makam di Jakarta, Pramono Cari Opsi Buka Lahan TPU Baru

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Krisis Makam di Jakarta, Pramono Cari Opsi Buka Lahan TPU Baru
Oct 23rd 2025, 10:58 by kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Thamrin Nine Ballroom, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Thamrin Nine Ballroom, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur Jakarta Pramono Anung mencari opsi untuk mengatasi permasalahan sulit mencari makam di Jakarta. Ia menyebut akan mencari lahan untuk membuka TPU (Tempat Pemakaman Umum) baru.

"Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman," kata Pramono usai hadiri acara Gelora Ibu PKK di Jakarta International Velodrome pada Kamis (23/10).

Pramono menyebutkan dari 80 lebih lahan TPU di Jakarta, sebagian besar lahan TPU sudah terisi penuh. Menurutnya, solusi sementara adalah melakukan tumpang tindih makam.

Suasana TPU Cikoko, Jakarta Selatan, yang sudah penuh dan hanya bisa melayani makam tumpang, Rabu (22/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana TPU Cikoko, Jakarta Selatan, yang sudah penuh dan hanya bisa melayani makam tumpang, Rabu (22/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Sekarang ini memang tinggal kurang lebih 11 atau 14 yang TPU yang masih bisa tanpa ditumpuk," ungkapnya.

"Inilah problem riil sebagai salah satu kota besar yang ada di Jakarta dan saya menyampaikan apa adanya sehingga dengan demikian kami akan mencari solusi agar membuka TPU-TPU baru," pungkasnya.

Data dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta dari 80 TPU di Jakarta 69 TPU sudah penuh dan hanya bisa melayani pemakaman tumpang.

Media files:
01k83fzbcta6rvgtn22g6cqnbw.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar