Search This Blog

Kemenperin Minta SAIC Jadikan Indonesia Basis Produksi dan Ekspor BEV

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenperin Minta SAIC Jadikan Indonesia Basis Produksi dan Ekspor BEV
Oct 11th 2025, 11:00 by kumparanOTO

Suasana booth Wuling saat pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (27/5/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan
Suasana booth Wuling saat pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (27/5/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

Pemerintah lewat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan hasil pertemuan dengan jajaran direksi SAIC (Shanghai Automotive Industry Corporation) di China dalam rangka penguatan industri otomotif kedua negara.

Lewat siaran resmi Kemenperin yang dibagikan 10 Oktober 2025, pemerintah meminta grup manufaktur tersebut untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto mengapresiasi kepada SAIC Motor Corporation yang telah melakukan investasi di industri otomotif nasional, utamanya pengembangan kendaraan elektrifikasi dan komponen baterai.

"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan memperbanyak lini produk kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia," ujar Eko saat tatap muka yang dilakukan di Shanghai, China itu.

Produksi kendaraan listrik niaga atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling Mitra EV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors
Produksi kendaraan listrik niaga atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling Mitra EV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors

Pertemuan yang turut dihadiri Tang Wensheng, CEO PT SGMW Motor Indonesia, yang mana induk dari Wuling Motors Indonesia itu ikut membahas proyeksi perluasan pasar ekspor di kawasan ASEAN oleh SAIC Motor Corporation.

Eko menyanjung PT SGMW (SAIC-GM-Wuling) Motor Indonesia karena telah berhasil memproduksi kendaraan komersial listrik dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 40 persen.

"Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat transisi menuju industri otomotif rendah emisi," paparnya.

Selain Wuling, badan usaha milik negara (BUMN) China itu juga menaungi merek MG (Morris Garage), Baojun, dan Maxus. Perusahaan tersebut berkiprah di bidang riset, pengembangan, produksi, dan penjualan kendaraan serta komponennya.

Wuling Motors Indonesia merayakan hari jadi ke-8 tahun bersamaan dengan pengenalan model baru Wuling BinguoEV dan Wuling Mitra EV. Foto: Sena Pratama/kumparan
Wuling Motors Indonesia merayakan hari jadi ke-8 tahun bersamaan dengan pengenalan model baru Wuling BinguoEV dan Wuling Mitra EV. Foto: Sena Pratama/kumparan

Untuk di Indonesia, investasi Wuling sudah ada sejak tahun 2015. Bermula dari membangun fasilitas manufaktur kendaraan dan kawasan industri untuk pemasok (supplier park) di Cikarang, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu, Wuling juga berhasil menjadi produsen kendaraan pertama yang merakit lokal hybrid electric vehicle (HEV) lewat Almaz Hybrid. Sebelumnya akhirnya memproduksi jajaran BEV hingga Magic Battery.

Kemenperin juga menyertakan berharap bahwa Indonesia dapat menjadi basis produksi untuk negara-negara setir kanan lainnya. PT SGMW & MG telah meluncurkan total 19 model produk, dengan 13 model diproduksi secara lokal.

Tidak hanya merakit, tetapi mengembangkan industri komponen lokal, PT SGMW saat ini sudah menggandeng 77 penyuplai lokal baik dari tier 1, tier 2, dan tier 3. Ke depannya, pabrikan akan berfokus pada TKDN 60-80 persen untuk model BEV.

Produksi mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling BinguoEV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors
Produksi mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling BinguoEV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors

Untuk produksi baterai di dalam negeri, perusahaan menjalin kemitraan dengan pemasok lain seperti Gotion dan CATL melalui PT UABS (PT Unified Advanced Battery System Indonesia) guna mencapai TKDN lebih dari 60 persen.

Selain itu, kontribusi ekspor PT SGMW ditargetkan melebihi 11 persen dari total produksi selama tahun 2025, menjangkau 15 negara dengan jumlah angka ekspor mendekati 10 ribu unit. Selanjutnya, pabrikan juga bakal berfokus pada pengembangan kendaraan elektrifikasi.

Tidak hanya mobil konvensional atau internal combustion engine (ICE), HEV, dan BEV, tetapi juga disebutkan akan memulai memproduksi kendaraan jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.

"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis Indonesia dapat menjadi hub kendaraan listrik di kawasan," pungkas Eko.

Media files:
01jzwrey55fhegjpts0b0e3c28.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar