Search This Blog

Foto: PM Sanae Takaichi “Iron Lady” dari Jepang yang Pecahkan Tradisi Patriarki

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Foto: PM Sanae Takaichi "Iron Lady" dari Jepang yang Pecahkan Tradisi Patriarki
Oct 22nd 2025, 11:58 by kumparanNEWS

Sanae Takaichi mencatatkan sejarah baru di Jepang setelah secara resmi terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama negara tersebut pada Selasa (21/10/2025). Foto: Kyodo/via REUTERS
Kemenangan Takaichi menandai tonggak penting dalam politik Jepang, yang selama ini didominasi oleh laki-laki, sekaligus memperlihatkan pergeseran arah politik negeri itu ke spektrum kanan yang lebih kuat. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Takaichi, yang dikenal sebagai murid ideologis mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum Perdana Menteri Inggris era 1980-an Margaret Thatcher, meraih 237 suara dalam pemilihan di majelis rendah, melampaui mayoritas dari 465 kursi. Foto: Kyodo/via REUTERS
Terpilihnya Takaichi juga terjadi hanya sehari setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya menandatangani kesepakatan koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin), kelompok sayap kanan yang memiliki pengaruh kuat di tingkat regional. Foto: Eugene Hoshiko/Pool via REUTERS

Sanae Takaichi mencatatkan sejarah baru di Jepang setelah secara resmi terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama negara tersebut pada Selasa (21/10/2025).

Kemenangan Takaichi menandai tonggak penting dalam politik Jepang, yang selama ini didominasi oleh laki-laki, sekaligus memperlihatkan pergeseran arah politik negeri itu ke spektrum kanan yang lebih kuat.

Takaichi, yang dikenal sebagai murid ideologis mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum Perdana Menteri Inggris era 1980-an Margaret Thatcher, meraih 237 suara dalam pemilihan di majelis rendah, melampaui mayoritas dari 465 kursi. Sementara itu, di majelis tinggi, ia mengantongi 125 suara dalam putaran kedua melawan Yoshihiko Noda, pemimpin oposisi utama dari Partai Demokratik Konstitusional (CDP).

Kemenangannya bukan sekadar simbol pencapaian gender, tetapi juga cerminan dinamika politik Jepang yang tengah mengalami perubahan besar. Dengan gaya kepemimpinan tegas dan pandangan konservatif, Takaichi berjanji untuk memperkuat pertahanan nasional, mempererat hubungan dengan Amerika Serikat, serta mempertimbangkan revisi konstitusi damai Jepang yang merupakan agenda lama yang juga didorong oleh Abe.

Terpilihnya Takaichi juga terjadi hanya sehari setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya menandatangani kesepakatan koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin), kelompok sayap kanan yang memiliki pengaruh kuat di tingkat regional. Kesepakatan ini memperkuat blok konservatif di parlemen dan membuka jalan bagi Takaichi untuk membentuk kabinet yang sejalan dengan visi nasionalisnya.

Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi (tengah, baris pertama) berpose dalam sesi foto bersama anggota kabinetnya di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, 21 Oktober 2025. Foto: PHILIP FONG/Pool via REUTERS
Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi (tengah, baris pertama) berpose dalam sesi foto bersama anggota kabinetnya di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, 21 Oktober 2025. Foto: PHILIP FONG/Pool via REUTERS

Media files:
01k851tts4sn9c857p4dre7pvg.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar