Search This Blog

Mendag Cek Pangan di Denpasar, Sebut Harga Beras-Ayam Masih di Bawah Acuan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mendag Cek Pangan di Denpasar, Sebut Harga Beras-Ayam Masih di Bawah Acuan
Sep 9th 2025, 09:19 by kumparanBISNIS

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengecek harga daging ayam di Pasar Nyanggelan Panjer, Kota Denpasar, Bali, Selasa (9/9/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengecek harga daging ayam di Pasar Nyanggelan Panjer, Kota Denpasar, Bali, Selasa (9/9/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Sejumlah harga pangan atau kebutuhan pokok di Indonesia mengalami kenaikan dalam pekan ini. Beberapa di antaranya adalah harga beras, ayam dan cabai.

Menteri Perdagangan Budi Santoso yang mengecek langsung ke Pasar Nyanggelan di Kota Denpasar, Bali pada Selasa (9/8) mengaku memang ada kenaikan harga beras, ayam dan cabai. Namun, menurutnya harga tersebut masih sesuai acuan.

Dia menuturkan, harga acuan beras SPHP 5 kilogram Rp 62.500 namun dijual di pasar Rp 60.000. Harga ini masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Tadi saya sudah ngecek ke dalam (pasar), ayam itu memang naik, tapi masih di bawah harga acuan. Yang naik beras sudah ada SPHP. SPHP 5 kg harusnya harganya Rp 62.500 tapi dijual Rp 60.000, artinya di bawah HET," katanya kepada wartawan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengecek harga daging ayam di Pasar Nyanggelan Panjer, Kota Denpasar, Bali, Selasa (9/9/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengecek harga daging ayam di Pasar Nyanggelan Panjer, Kota Denpasar, Bali, Selasa (9/9/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Harga ayam naik dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram juga masih sesuai harga acuan. Harga cabai naik Rp 35.000 per kilogram namun masih sesuai harga acuan Rp 40.000 per kilogram.

"Harga ayam tadi Rp 40.000 sesuai harga acuan, telur di sini Rp 27.500 harga acuan Rp 30.000, Minyakita Rp 15.700, yang lain tadi ngecek cabai sekitar Rp 35.000 padahal cabai harga acuannya Rp 40.000," katanya.

Menurutnya, sampai saat ini harga dan pasokan aman terkendali. "Jadi semua terkendali, pasokannya tadi kami tanya juga lancar tidak ada masalah, harga-harga terkendali," sambungnya.

Budi tak memberikan alasan penyebab harga beras naik walau stok beras melimpah. Budi mengaku akan menyalurkan beras SPHP, sehingga harga beras normal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional Januari–Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, lebih tinggi dari realisasi sepanjang 2024 yang sebesar 30 juta ton.

"Makanya ada intervensi pakai SPHP, kan normal semua. Malah tadi seharusnya Rp 62.500 per 5 kg dijual cuma 60.000," katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang bernama Wayan Dibia mengaku harga cabai naik dalam dua hari belakangan, dari Rp 28.000 ribu per kilogram menjadi Rp 35.000 ribu.

"Naik sejak dua hari lalu, kurang tahu kenapa naik kita dikasih supplier naik," katanya.

Salah seorang pedagang ayam, Kadek Suastini mengaku harga ayam hampir setiap hari naik mulai dari Rp 33.000 per kilogram sampai Rp 40.000 per kilogram. Ayam naik karena stok yang didistribusikan sedikit.

"Lumayan naiknya dari kemarin sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu. Saya ambil di Trengguli, ayam potong Bali. Katanya stok ayam hidup sedikit makanya mahal," paparnya.

Media files:
01k4p0bvrbnaenty2qjnftd7g1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar