Sejumlah Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Sebanyak 364 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jabar, mengalami keracunan massal usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) awal pekan ini.
Salah satu korbannya adalah siswa bernama Paisal (17), yang saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas.
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) dibawa ke di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Foto: kumparan
Paisal bercerita, ia bersama teman-temannya pada Senin (22/9) menerima makanan MBG pada pukul 9 pagi. Menu MBG pada hari itu berupa nasi, ayam kecap, tahu, selada, timun, dan tomat.
Dia merasakan keanehan pada menu ayam kecap yang disajikan. Ia menyebut kondisi ayam tersebut memar dan tercium bau busuk.
"Untuk ayam itu bau busuk, terus memar-memar, rasanya juga aneh, nggak seperti ayam biasanya," ucap Paisal.
"Kalau teman-teman saya banyak yang dimakan habis, tapi kalau saya nggak, saya cuma sedikit, yang pertama aja yang dicicip. Saya makan tahu sama nasinya aja, yang lainnya nggak," ujar Paisal.
Alami Mual hingga Sesak Napas
Usai menyantap makanan tersebut, Paisal dan teman-temannya mengalami gejala pusing, mual, dan demam. Siswa yang keracunan itu lalu dibawa ke bidan terdekat yang kemudian dirujuk ke RSUD Cililin.
"Yang dirasainnya cuma setelah makan itu beberapa menit, mungkin 20 atau 15 menitan, itu merasa pusing. Pusing tapi sedikit, nggak beberapa lama pusingnya makin nambah," ucap Paisal.
"Terus dibawa ke bidan terdekat, dibawa lagi ke Puskesmas Cipongkor. Pas di puskesmas itu rasanya panas, sesak juga ada, terus sakit di bagian perut ulu ati. Sampai nggak lama kemudian dibawa lah ke RSUD Cililin," jelas remaja pria tersebut.
Paisal dirawat di RSUD Cililin sejak Senin (22/9) pukul 5 sore hingga Selasa (23/9) pukul 4 sore. Paisal lalu dibolehkan kembali ke rumah.
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Gejala Berulang
Namun, saat di rumah, Paisal kembali mengalami gejala yang sama sehingga dibawa ke Puskesmas Cipongkor untuk mendapat penanganan.
"Pas pulang ke rumah, saya merasa pusing lagi, sesak lagi, mual lagi, tapi nggak muntah. Terus dibawa lagi ke Puskesmas Kecamatan Cipongkor. Sekarang juga masih diinfus," kata Paisal.
Video siswa yang keracunan hingga berteriak-teriak kesakitan saat dibawa ke puskesmas viral di media sosial.
Bupati Bandung Barat Jeje Govinda menjenguk siswa korban keracunan MBG, Selasa (23/9/2025). Foto: Instagram/@ritchieismail
Terkait insiden keracunan ini, Dinkes Bandung Barat telah mengambil sampel muntahan siswa dan menu makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.
"Pemkab Bandung Barat telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujar Bupati Jeje Govinda di akun medsosnya.
Diduga Dimasak Terlalu Awal
Sementara, Koordinator Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Bandung Barat, Gani Djundjunan, menduga keracunan disebabkan proses pengolahan makanan yang dilakukan terlalu awal.
"Menurut info terakhir, karena menunya dimasak terlalu dini, jadi ketika didistribusikan ke siswa kondisinya sudah tidak bagus," ujar Gani.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meninjau perawatan medis korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Ia menuturkan, dapur penyedia makanan MBG di Cipongkor biasanya memasak sekitar 3.467 porsi per hari untuk beberapa sekolah dasar. Namun, buntut keracunan massal tersebut, dapur ditutup sementara atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga Rabu (24/9/2025), tercatat 411 siswa menjadi korban keracunan. Para siswa ditangani di GOR Kecamatan Cipongkor, Puskesmas Cipongkor, RSUD Cililin, serta RSIA Anugrah. Sejumlah siswa bahkan dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas parah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar