Rombongan Dompet Dhuafa berdialog dengan Dubes RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono terkait pengungsi Palestina. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, menerima rombongan kemanusiaan Dompet Dhuafa, Rabu (10/9). Rombongan diterima di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Yordania yang berada di Ibu Kota Amman.
Dari pihak Dompet Dhuafa, ada Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, yang datang bersama dr Yeni Purnamasari selaku General Manager Mesehatan Dompet Dhuafa. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Ade menyampaikan bahwa ada 2,5 juta pengungsi Palestina yang ada di Yordania.
Dubes Ade lalu lalu bercerita bahwa anak-anak Palestina di Yordania sangat membutuhkan pendampingan psikologis. Terlebih mereka harus merasakan depresi akibat kehilangan masa kecilnya di Palestina.
"Karena mereka ini adalah masa depan [Palestina] dan mereka mengalami satu pengalaman yang sangat traumatik, yaitu bapaknya, ibunya, keluarganya, atau tetangganya, sahabatnya semuanya meninggal," kata Ade.
Dubes RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Menurut Ade, ada tiga hal yang sangat diperlukan pengungsi Palestina. Yakni, bantuan pokok untuk kehidupan sehari-hari, pendidikan, lalu fasilitas kesehatan.
Terkait dengan pendidikan, kata Ade, sebetulnya sudah ada UNWRA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East). UNWRA merupakan lembaga bantuan PBB untuk Palestina. Meski begitu, kata dia, keberadaan UNWRA ini mulai dipreteli oleh AS dan Israel.
"Keberadaan UNWRA sangat krusia. Israel dan Amerika berusaha untuk mengecilkan peran UNRWA ini. Walaupun ini [UNWRA] tujuannya adalah untuk memberikan bantuan pada pengungsi Palestina," ungkapnya.
Dalam catatan kumparan, Trump Ppda 4 Februari 2025,menandatangani executive order yang bernama "Withdrawing the United States From and Ending Funding to Certain United Nations Organizations and reviewing United States support to all international organizations". Di situ, UNWRA jadi salah satu organisasi PBB yang pendanaannya akan dihentikan AS.
Rombongan Dompet Dhuafa berdialog dengan Dubes RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono terkait pengungsi Palestina. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Sementara itu, Ade juga menyingung soal bantuan kemanusiaan yang mengalir ke Gaza. Menurutnya, bantuan yang dikirim ke sana masih jauh dari kata ideal. Menurutnya, pemerintah Indonesia tetap konsisten dalam mengawal bantuan kemanusiaan.
"Untuk memasuk ke Gaza itu tidak mudah dengan menghadapi berbagai kendala atau hambatan yang dilakukan oleh Israel. Sehingga truk-truk atau kontainer yang masuk itu jumlahnya masih kurang banyak dan terakhir yang diberitakan di sini per hari hanya 65 truk. Padahal untuk kebutuhan saat ini, apa yang terjadi di Gaza itu mungkin lebih dari ratusan atau ribuan truk yang diperlukan," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar