Menteri Keuangan Thailand Pichai Chunhavajira. Foto: Chalinee Thirasupa/Reuters
Menteri Keuangan Thailand Pichai Chunhavajira mengumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menurunkan tarif Thailand dari 36 persen menjadi 19 persen. Penurunan tarif ini menjadi peluang besar ekspor Thailand ke AS.
Berbagai pujian dan apresiasi disampaikan Chunhavajira dia media sosialnya. Dia mengatakan kesepakatan ini akan membantu memperkuat daya saing Thailand di tingkat global, meningkatkan kepercayaan investor, dan menciptakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi.
"Pengumuman tarif 19% mencerminkan persahabatan yang erat dan kemitraan yang kuat antara Thailand dan Amerika Serikat," ujar Menteri Pichai Chunhavajira melalui platform X, Jumat (1/8).
Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar bagi Thailand tahun lalu, dengan menyumbang 18,3 persen dari total pengiriman atau senilai USD 54,96 miliar.
Chunhavajira mengatakan kesepakatan ini akan berdampak kepada pelaku usaha, UMKM, dan petani. Oleh karena itu, berbagai langkah dukungan komprehensif telah disiapkan, termasuk alokasi anggaran, pinjaman berbunga rendah, subsidi, insentif pajak, dan reformasi regulasi yang dibutuhkan agar Thailand bisa beradaptasi dan melangkah dengan percaya diri ke dalam ekonomi global masa depan.
Hasil negosiasi ini menunjukkan Thailand harus mempercepat adaptasi dan bergerak maju membangun perekonomian yang stabil dan tangguh, siap menghadapi tantangan global ke depan.
"Kami berterima kasih kepada Tim Thailand atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam situasi yang menantang ini. Namun masih banyak tugas di depan kita. Kami akan terus memberikan upaya penuh—untuk Thailand kita, untuk kita semua," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar