Search This Blog

SKK Migas Alirkan SWAP Gas Multi Pihak Guna Pastikan Pasokan Gas RI Terjaga

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
SKK Migas Alirkan SWAP Gas Multi Pihak Guna Pastikan Pasokan Gas RI Terjaga
Aug 22nd 2025, 11:38 by kumparanBISNIS

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat ditemui usai peresmian peningkatan produksi minyak 30 ribu barel di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat ditemui usai peresmian peningkatan produksi minyak 30 ribu barel di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan swap gas multi-pihak akan dialirkan hari ini, Jumat (22/8). Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan gas domestik, termasuk kebutuhan sektor industri dalam negeri melalui penyaluran oleh PGN.

Perjanjian swap gas tersebut melibatkan sejumlah kontraktor hulu migas dan pembeli gas, di antaranya West Natuna Supply Group (Medco E&P Natuna Ltd., Premier Oil Natuna Sea B.V., Star Energy (Kakap) Ltd.), South Sumatra Sellers (Medco E&P Grissik Ltd., PetroChina International Jabung Ltd.), PT Pertamina (Persero), PGN, Sembcorp Gas Pte Ltd., dan Gas Supply Pte Ltd.

Berdasarkan kesepakatan, pasokan sebesar 27 BBTUD dari West Natuna Gas Supply Group akan dialirkan ke PGN. Penyalurannya dilakukan melalui Medco E&P Grissik Ltd. dan PetroChina International Jabung Ltd. Skema swap ini disusun agar kebutuhan dalam negeri tetap terjaga tanpa mengganggu pelaksanaan kontrak lain yang sudah berjalan.

"Pengaliran swap gas multi-pihak ini memastikan tambahan pasokan untuk kebutuhan industri dalam negeri dapat terjaga dengan baik. Skema ini hanya mungkin terlaksana melalui kerja sama erat antara kontraktor hulu, pembeli gas, dan pemerintah. Dengan langkah ini, stabilitas pasokan domestik tetap terjamin, sementara kontrak lain yang sudah berjalan tetap terlaksana," kata Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (22/8).

Djoko menyebut tambahan pasokan ini tidak serta merta diperuntukkan bagi seluruh industri atau industri baru, melainkan difokuskan untuk menjamin kebutuhan industri yang sudah ada.

Ia juga menambahkan, keterbatasan sumber daya migas sebagai energi tak terbarukan dengan tingkat risiko eksplorasi yang masih tinggi. Djoko mencatat, tingkat penemuan eksplorasi migas di Indonesia saat ini telah meningkat dari rasio 10:1 menjadi 10:3. Namun, risiko tidak ditemukannya migas masih mencapai sekitar 70 persen. Selain itu, sebagian besar temuan eksplorasi, khususnya gas, berada di wilayah terpencil, terutama di lepas pantai (offshore).

"Biaya eksplorasi sangat mahal, dengan risiko dry hole 70 persen," tambah Djoko.

Adapun Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan menyatakan bahwa pihaknya turut berkontribusi dengan menambah pasokan gas dari wilayah Blok South Sumatra sebagai bentuk dukungan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Media files:
01jynr7phw4s13mcdn5vew4q9e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar