Aug 2nd 2025, 14:01 by BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ketua Pengabdian masyarakat (pengmas) FK Unair Dr. Anny Setijo Rahaju, dr., Sp.P.A., Subsp. U.R.L. (K).
Rokok dan rokok elektrik (vape) menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh. Karenanya, bahaya akan konsumsi ini perlu terus disosialisasikan, terutama di kalangan remaja yang memiliki rasa penasaran tinggi dan suka coba-coba.
Karenanya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengajak remaja untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan dengan menghindari penggunaan rokok dan vape. Ini salah satunya dilakukan dengan kegiatan edukasi di SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk.
Edukasi ini diberikan oleh tim Departemen Patologi Anatomik (PA) bersama dengan Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Patologi Anatomik FK Unair dan diikuti oleh ratusan siswa kelas sepuluh di SMAN 1 Gondang Nganjuk.
Ketua Pengabdian masyarakat (pengmas), Dr. Anny Setijo Rahaju, dr., Sp.P.A., Subsp. U.R.L. (K) menuturkan, meskipun kampanye anti rokok dan bahayanya digaungkan di mana-mana, masih banyak orang yang merokok. Padahal sudah menjadi pengetahuan umum, zat kimia dalam rokok dapat merusak sel-sel paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit pernapasan.
"WHO menyebut, merokok menyebabkan kematian dari lebih dari 50% penggunanya. 8 juta jiwa terbunuh setiap tahun akibat menjadi perokok aktif dan 1,3 juta jiwa per tahun perokok pasif," terangnya, Sabtu (2/8).
Efek negatif dari rokok tidak hanya pada saluran pernapasan saja. Namun juga dapat memicu timbulnya masalah jantung dan pembuluh darah, kanker, osteoporosis, tukak saluran pencernaan hingga kemandulan.
Rokok mengandung 7000 bahan kimia yang 69 di antaranya karsinogenik atau memicu kanker.
Kandungan tar, Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH), Benzopyrene & Nitrosamine dalam rokok dapat memicu kanker.
Nitrogen oksida dan Phenol menyebabkan iritasi mukosa. Selain itu, kandungan nikotin juga bisa memicu depresi dan tumor.
Bahan rokok sendiri disusun dari berbagai zat kimia berbahaya yang biasanya dipakai untuk membersihkan bahkan membunuh serangga.
Seperti Amonia yang biasa ditemukan dalam cairan pel, Butane sebagai bahan bakar korek api. Arsenik sebagai bahan racun semut, Nepthalene sebagai bahan kapur barus dan Aceton untuk bahan penghapus cat.
Selain itu ada Cadmium yang biasa digunakan untuk bahan accu mobil, Methanol untuk bahan bakar roket, Vinyl Chloride untuk bahan plastik PVC, Toluene sebagai gas pelarut industri dan Hydrogen Cyanide yang merupakan bahan penyusun racun untuk hukuman mati.
Merokok juga membuat Cilia, lapisan rambut halus dalam saluran pernapasan untuk menyaring kotoran, kuman dan polutan yang masuk menjadi rusak, pendek dan berkurang jumlahnya. Hal ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan fungsinya.
Sama halnya rokok biasa, rokok elektrik (vape) juga menyebabkan segudang dampak dampak negatif. Seperti gangguan fungsi paru-paru dan pertukaran gas, gangguan kekebalan pernapasan dan sistem pertahanan tubuh serta luka dan inflamasi saluran pernapasan.
Karenanya segudang dampak negatif tersebut, 8 dari 37 negara melarang peredaran rokok elektrik.
"Vape lebih berbahaya dari rokok biasa karena bahan kimia dan perisa yang terkandung di dalamnya dapat langsung menyebabkan kematian sel di saluran pernafasan dan bisa berubah menjadi bahan aktif yang berpotensi besar untuk memicu pertumbuhan kanker," tambahnya.
Seperti dipaparkan WHO, rokok elektrik mengandung zat adiktif dan perasa buatan yang berbahaya bagi saluran napas. Zat-zat ini juga memicu kecanduan. Asap yang dihasilkan dapat memicu berbagai masalah saluran pernapasan.
Beberapa bahan penyusun berbahaya yang terkandung dalam rokok elektrik antara lain Propylene Glicol yakni zat bila dipanaskan berubah jadi formalin yang memicu kanker.
"Asapnya mengandung logam timah, alumunium, nikel dan formalin," lanjutnya.
Partikel halus (20-200 nano) yang dipanaskan bisa masuk ke alveoli yang letaknya di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru.
Zat pemanis dan perasa dalam rokok elektrik menggunakan Sukralosa. Zat ini 600 kali lebih manis dari sukrosa. Zat ini bersifat sitotoksik yang menyebabkan sel rusak dan mati.
Selain itu, Vegetable Glyserine dalam bahan penyusunnya merupakan bahan sabun cuci, krim dan lain sebagainya.
Selain edukasi mengenai bahaya rokok dan vape, tim dosen dan mahasiswa ini juga memberikan edukasi tentang infeksi saluran pernapasan dan berbagai upaya menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Ketua Departemen PA FK Unair, Dr. Dyah Fauziah, dr., Sp.P.A., Subsp. S.M. (K) menuturkan, investasi pada kesehatan pernapasan harus dimulai sejak remaja.
Paru -paru yang sehat akan mendukung aktivitas sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi risiko penyakit pernapasan di masa depan.
"Remaja sering kali mengabaikan kesehatan pernapasan karena merasa masih muda dan kuat. Padahal, kebiasaan yang dibentuk sejak usia remaja akan sangat berpengaruh pada kesehatan pernapasan di masa depan," ujarnya.
Penyuluhan ini mendapatkan respons positif dari siswa. Salah satunya diungkapkan Ridho Wijaya Kusuma,"Saya senang sekali kedatangan FK UNAIR ke sekolah kami, harapannya materi yang dipaparkan bisa diterapkan bagi saya pribadi dan teman yang lain," tuturnya.
Kepala sekolah SMAN 1 Gondang, Agus Susilo, S.Pd. M.E. berharap, edukasi bisa dilanjutkan secara kontinyu kepada siswa setiap angkatan dan bisa meluas ke sekolah lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar