Search This Blog

Investasi EV China ke Luar Negeri Kian Masif, Termasuk di Indonesia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Investasi EV China ke Luar Negeri Kian Masif, Termasuk di Indonesia
Aug 24th 2025, 12:00 by kumparanOTO

Pabrik CATL China. Foto: Dok. CATL
Pabrik CATL China. Foto: Dok. CATL

Industri kendaraan listrik (EV) China tengah mengalami pergeseran besar. Setelah bertahun-tahun fokus mengucurkan investasi di dalam negeri, kini pabrikan mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu justru lebih agresif menanamkan modal di luar China.

Berdasarkan laporan InsideEV, awalnya, strategi domestik itu berjalan sukses. Permintaan mobil listrik dan plug-in hybrid di China sempat melonjak tajam, membuat banyak merek lokal berkembang pesat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pasar dalam negeri mencapai titik jenuh mulai dari merek yang terlalu banyak, sementara pembeli tidak bertambah sebanding.

Pabrik CATL di China. Foto: Dok. CATL
Pabrik CATL di China. Foto: Dok. CATL

Kondisi makin pelik akibat perang harga yang berkepanjangan dan tekanan pemerintah daerah untuk memenuhi kuota produksi. Akibatnya, sejumlah merek mengadopsi langkah ekstrem, mulai dari menjual mobil listrik bekas nol kilometer hingga membanjiri pasar global dengan produk mereka.

Menurut laporan terbaru Rhodium Group, untuk pertama kalinya pada 2024, investasi EV asal China ke luar negeri melampaui investasi di dalam negeri. Total investasi ke luar China tercatat USD 16 miliar sekitar Rp 259 triliun, lebih tinggi dibanding yang dikucurkan di pasar domestik sebesar USD 15 miliar Rp 243 triliun.

Lebih lanjut, Bloomberg menilai pergeseran ini terjadi karena perusahaan otomotif China terjepit oleh kelebihan kapasitas, dan perang harga yang menekan margin keuntungan di seluruh rantai pasok.

Selain itu, mereka berusaha menghindari tarif tinggi di Eropa dan Amerika Serikat dengan membangun pabrik di wilayah tersebut, serta memenuhi tuntutan pelanggan asing untuk produksi yang lebih lokal.

SAIC-GM-Wuling (SGMW) menggandeng produsen baterai terbesar di dunia asal China, Contemporary Amperex Technology (CATL). Foto: SAIC-GM-Wuling
SAIC-GM-Wuling (SGMW) menggandeng produsen baterai terbesar di dunia asal China, Contemporary Amperex Technology (CATL). Foto: SAIC-GM-Wuling

"Fakta bahwa investasi luar negeri kini melampaui domestik mencerminkan pasar China yang sudah jenuh, sekaligus daya tarik strategis untuk ekspansi global demi meraih keuntungan lebih besar," ujar Armand Meyer, Senior Research Analyst Rhodium Group.

Sebagian besar investasi itu datang dari produsen baterai. Nama besar seperti CATL memperluas produksi ke luar negeri mengikuti para kliennya, agar lebih efisien dan terhindar dari beban tarif. Strategi ini juga diharapkan mampu memangkas ongkos logistik dengan memproduksi lebih dekat ke pasar tujuan.

Namun, langkah tersebut tidak serta merta langsung menghasilkan keuntungan. Di China pabrik baru bisa berdiri hanya dalam beberapa bulan. Sementara di Eropa, AS, maupun Meksiko prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun karena hambatan regulasi dan isu politik.

Laporan Rhodium mencatat, hanya 25 persen proyek luar negeri yang sudah rampung, jauh lebih rendah dibanding tingkat penyelesaian 45 persen di dalam negeri.

Ilustrasi mobil listrik di Amerika Serikat. Foto: Shutterstock
Ilustrasi mobil listrik di Amerika Serikat. Foto: Shutterstock

Pemerintah Beijing pun mulai khawatir. Mereka cemas dengan risiko transfer teknologi ke luar negeri, potensi hilangnya lapangan kerja domestik, hingga ancaman pengosongan industri. Kondisi ini bisa mendorong pemerintah China mengetatkan kembali aturan terkait aliran investasi ke luar negeri.

Apapun hasilnya, simbolisme dari tren ini cukup besar. Untuk pertama kalinya, masa depan industri EV China tidak lagi dibangun di rumahnya sendiri, melainkan tersebar di berbagai belahan dunia. Pergeseran ini menegaskan bahwa transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke elektrifikasi adalah proses global yang kompleks dan penuh risiko.

Investasi pabrik baterai China di Indonesia

Vale Indonesia dan Huayou menandatangani perjanjian nikel dengan Ford Motor Co di Taman Kehati Sawerigading Wallacea Sorowako, Sulawesi Selatan, Kamis (30/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Vale Indonesia dan Huayou menandatangani perjanjian nikel dengan Ford Motor Co di Taman Kehati Sawerigading Wallacea Sorowako, Sulawesi Selatan, Kamis (30/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Di Tanah Air sejumlah industri asal China juga melakukan investasi. Terbaru ada proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) kongsi Zhejiang Huayou Cobalt dengan BUMN Indonesia, alias Proyek Titan, akan segera groundbreaking paling lambat September 2025.

Huayou menggantikan posisi LG Energy Solution (LGES) yang memutuskan hengkang dari proyek Titan. Megaproyek yang juga berkongsi dengan IBC dan Antam tersebut membutuhkan investasi USD 9,8 miliar atau setara Rp 129 triliun, namun LG sudah merealisasikan investasi USD 1,1 miliar.

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kiri), Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung (kedua kanan), meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik. Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kiri), Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung (kedua kanan), meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik. Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto

Sebelumnya, ada megaproyek ekosistem baterai EV lain, yaitu Proyek Dragon kerja sama Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Indonesia Battery Corporation (IBC), sudah resmi groundbreaking, Minggu (29/6/2025).

Investasi proyek Dragon ditaksir mencapai USD 5,9 miliar atau setara Rp 96 triliun. Ekosistem baterai EV terintegrasi tersebut akan dikembangkan di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan Karawang, Jawa Barat, dengan total kapasitas produksi baterai 15 gigawatt per hour (GWh).

Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai
Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai

Media files:
01jyz9fckwamk6nzs6g1rgrrfa.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar