Pekerja mengangkut beras di kawasan Pasar Dargo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2025 menunjukkan inflasi sebesar 0,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy) menunjukkan tingkat inflasi sebesar 2,37 persen.
"Pada Juli 2025, terjadi inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan atau month to month, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 108,60 pada Juli 2025," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di Kantor Pusat BPS, Jumat (1/8).
Secara tahunan, Pudji menjelaskan terjadi inflasi sebesar 2,37 persen, sementara secara tahun kalender atau year to date, terjadi inflasi sebesar 1,69 persen.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,74 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,22 persen.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah beras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen," ujar Pudji.
Ilustrasi Anak Sekolah di Thailand. Foto: Cat Act Art/Shutterstock
Adapun komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah tomat dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen, kemudian cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen, bensin dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, serta telur ayam ras dan biaya sekolah dasar dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
"Selain itu, masih terdapat juga komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Juli 2025 ini yaitu seperti tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen," ungkap Pudji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar