Search This Blog

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Hilirisasi Kopi dan Kakao untuk Pasar Global

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Hilirisasi Kopi dan Kakao untuk Pasar Global
Jun 15th 2025, 21:20 by Lampung Geh

 Pj Sekda Lampung, M. Firsada dalam acara Ramah Tamah bersama Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Foto : Dok. Adpim
Pj Sekda Lampung, M. Firsada dalam acara Ramah Tamah bersama Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Foto : Dok. Adpim

Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungannya terhadap hilirisasi komoditas kopi dan kakao sebagai upaya memperkuat posisi daerah di pasar ekspor global.

Hal ini disampaikan dalam acara Ramah Tamah bersama Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang digelar di Bandar Lampung, pada Sabtu malam (14/6).

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pelatihan Komoditas Berkelanjutan untuk Negara Sehaluan/Like-Minded Countries 2025, dengan peserta dari 16 negara mitra.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, apresiasi terhadap kerja sama yang terjalin serta dukungan Kementerian Luar Negeri dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan pengembangan praktik berkelanjutan.

"Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas inisiatif dan dukungannya, serta kepada seluruh peserta dari 16 negara sahabat yang telah berkenan hadir. Semoga pertemuan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi pembangunan sektor kopi dan kakao, tetapi juga bagi persahabatan antarbangsa," kata Firsada.

Ia menyoroti dua komoditas unggulan Lampung, yakni kopi robusta dan kakao, yang selama ini menjadi andalan ekspor daerah.

Menurutnya, kopi robusta Lampung dikenal karena aroma dan cita rasanya yang khas, sementara kakao Lampung memiliki kualitas fermentasi yang tinggi dan diminati pasar industri cokelat global.

"Ini adalah buah dari kerja keras para petani, dukungan dari pemerintah daerah, dan semangat kolaborasi yang tidak pernah padam," ujar Firsada.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendorong hilirisasi, memperkuat kemitraan petani dengan industri, serta membuka akses pasar ekspor yang lebih luas.

Peningkatan kapasitas petani menjadi prioritas melalui pelatihan, akses teknologi, dan pembiayaan inklusif.

Sementara itu, Direktur KSIA Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Nidya Kartikasari, menjelaskan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi praktik lapangan pelatihan karena potensi unggulan di sektor kopi dan kakao serta pengalaman dalam pengembangan rantai pasok berkelanjutan.

"Praktik lapangan dilakukan sejak 27 Mei hingga 13 Juni 2025 di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Timur, dengan melibatkan petani dan komunitas lokal secara langsung," ujarnya.

Pelatihan ini mengusung pendekatan Training Network Initiative for Business Alignment (TNI-BA) dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Provinsi Lampung sebagai lokasi praktik lapangan.

Kepala Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University, Damayanti Buchori menyebutkan, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangun sinergi global untuk sistem pangan berkelanjutan.

"Kegiatan ini bukan hanya penting karena dihadiri oleh 16 negara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kontribusinya dalam gerakan global," ujarnya. (Cha/Put)

Media files:
01jxsz0tbv66ga5155w8qndn7e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar