Search This Blog

Kementerian PU Bantu Irigasi 665 Ribu Ha Lahan Tambahan untuk Musim Tanam II

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kementerian PU Bantu Irigasi 665 Ribu Ha Lahan Tambahan untuk Musim Tanam II
Jun 16th 2025, 11:33 by kumparanBISNIS

Ilustrasi lahan pertanian. Foto: Dok. Kementan
Ilustrasi lahan pertanian. Foto: Dok. Kementan

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) tengah mengoptimalisasi irigasi untuk penambahan lahan Kementerian Pertanian (Kementan) seluas 665.485 hektare untuk musim tanam II, yang biasanya berlangsung hingga Juni atau Juli.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Lilik Retno Cahyadiningsih, mengatakan pemerintah berkomitmen mempercepat pencapaian swasembada pangan sesuai Inpres No 2 Tahun 2025.

"Kementerian PU saat ini tengah melaksanakan kegiatan dukungan optimasi lahan Kementerian Pertanian dengan target penambahan luas tanam sebesar 665.485 hektare yang tersebar di 14 provinsi," ungkapnya saat Webinar Air untuk Negeri, Senin (16/6).

"Diharapkan kegiatan dapat diselesaikan untuk musim tanam II, termasuk optimalisasi jaringan irigasi existing melalui pendekatan waterfall food," imbuh Lilik.

Lilik menyebutkan, Kementerian PU juga berkomitmen untuk melakukan peningkatan produktivitas pertanian dengan target capaian pada tahun 2029. Beberapa targetnya yakni pertama presentasi luas baku sawah fungsional beririgasi mencapai 62,3 persen.

Kemudian, rasio luas layanan irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh waduk mencapai 16,57 persen, efisiensi pemanfaatan air irigasi mencapai USD 0,43 per meter kubik, luas layanan irigasi yang dibangun untuk pertanian multi komoditas mencapai 180.000 hektare, serta jumlah luas layanan irigasi yang direhabilitasi dan ditingkatkan mencapai 1.200.000 hektare.

Foto udara petani berjalan melintasi sawah di Aceh, Senin (19/5/2025). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
Foto udara petani berjalan melintasi sawah di Aceh, Senin (19/5/2025). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Menurutnya, target-target fisik tersebut perlu sinergi antar pemangku kepentingan Penta Helix, baik itu pemerintah pusat maupun daerah sebagai penyusun regulasi dan pengelola sumber daya air, akademisi dan peneliti yang menghadirkan inovasi teknologi konservasi air, hingga masyarakat dan sektor swasta.

"Masyarakat yang terdiri dari petani dan komunitas lokal sebagai garda terdepan pelestarian sumber air di lapangan, sektor swasta sebagai mitra investasi dan inovasi hijau media dan masyarakat sibil sebagai penyambung edukasi dan pengawasan publik," tutur Lilik.

Menurutnya, pendekatan Integrated Water Resources Management menjadi kunci untuk mewujudkan keseimbangan antara konservasi, pemanfaatan, dan pengendalian daya rusak, terutama untuk target swasembada pangan.

"Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam strategi pengelolaan sumber daya air dalam mendukung swasembada pangan yaitu revitalisasi infrastruktur irigasi pengelolaan terpadu daerah aliran sungai, DAS, penerapan teknologi hemat air, pelembagaan dan tata kelola air, dan kolaborasi serta komitmen multi sektor dalam pembangunan infrastruktur, operasi, dan maintenance, serta dari segi pendanaan," kata Lilik.

Media files:
01jvm8dm0a449fyp9ptcjvgwz1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar