Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani berjalan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia resmi menandatangani Pernyataan Kerja Sama dalam rangka pembentukan EU Desk.
EU Desk yang akan beroperasi di lingkungan kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam memfasilitasi peningkatan arus Penanaman Modal Asing (PMA) dari Uni Eropa ke Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan optimisme bahwa pembentukan EU Desk akan mendorong peningkatan investasi Uni Eropa di Indonesia.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mendukung percepatan penyelesaian I-EU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang diharapkan dapat disepakati sebelum akhir tahun.
"Kami meyakini keberadaan EU Desk akan membuka lebih banyak jalur komunikasi dan potensi kerja sama strategis yang dapat dimanfaatkan bersama. Uni Eropa merupakan mitra penting bagi Indonesia, dan pembentukan EU Desk ini akan semakin memperkuat kolaborasi di masa mendatang," ujar Rosan melalui keterangan resmi, Senin (16/6)
EU Desk akan bertindak sebagai pusat layanan bagi investor Uni Eropa yang ingin menanamkan modal di Indonesia, dengan fungsi yang mencakup penyediaan intelijen pasar, panduan perizinan usaha, fasilitasi kerja sama bisnis, identifikasi proyek-proyek investasi potensial, serta harmonisasi kebijakan regulasi antara kedua pihak.
Fokus kerja sama diarahkan pada sektor-sektor masa depan yang relevan dengan kebijakan prioritas Indonesia dan Eropa. Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk senantiasa membuka diri terhadap kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
"Tentu saja, kami semakin terbuka terhadap kerja sama yang lebih luas. Saya percaya bahwa dengan adanya EU Desk ini, akan tercipta lebih banyak kemitraan di masa depan. Kami siap untuk terus menjalin dan memperkuat kolaborasi dengan Uni Eropa ke depannya," imbuh Rosan.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menandatangani Pernyataan Kerja Sama pembentukan EU Desk. Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menekankan bahwa EU Desk bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan representasi dari ambisi bersama untuk menghadirkan investasi yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
Denis menjelaskan bahwa saat ini Uni Eropa memiliki total persediaan investasi global sebesar USD 11.000 miliar, namun porsi investasi yang terserap di Indonesia masih tergolong rendah. Dengan begitu, ia mendorong diversifikasi investasi Uni Eropa, dengan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan prioritas.
"Sektor yang ingin kami kerja samakan adalah sektor-sektor yang terkait dengan visi Astacita. Kami bukan yang terbaik di setiap sektor, tetapi kami juara di bidang energi terbarukan, air, pengolahan limbah, teknologi, dan untuk semua itu, perusahaan Eropa adalah pemimpin dunia atau nomor dua," jelasnya.
Denis menyebutkan, Uni Eropa mendukung upaya Indonesia dalam menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI) yang berdampak, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong kerja sama di sektor-sektor strategis yang sesuai dengan visi pembangunan nasional Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM total realisasi investasi Uni Eropa selama periode tahun 2019-triwulan I tahun 2025 mencapai USD 13 miliar dengan sektor prioritas antara lain Industri Kimia dan Farmasi sebesar USD 2,1 miliar; Listrik, Gas dan Air USD 1,9 miliar; Perumahan, Kawasan Industri dan Kawasan Perkantoran USD 1,1 miliar; Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi USD 1,07 miliar; serta Jasa Lainnya USD 1,05 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar