Search This Blog

Pengadilan Turki Tahan Rival Politik Terbesar Erdogan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pengadilan Turki Tahan Rival Politik Terbesar Erdogan
Mar 24th 2025, 11:54, by Nadia Riso, kumparanNEWS

Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melambai di depan para pendukungnya saat mereka merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3/2024) Foto: Yasin Akgul/AFP
Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melambai di depan para pendukungnya saat mereka merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3/2024) Foto: Yasin Akgul/AFP

Pengadilan Turki pada Minggu (23/3) memenjarakan rival politik utama Presiden Tayyip Erdogan, Ekrem Imamoglu.

Keputusan memenjarakan Imamoglu dilakukan ketika partai oposisi utama, pemimpin Eropa dan ratusan ribu massa, mengkritik penangkapan yang mereka sebut dipolitisasi dan melawan demokrasi.

Dikutip dari Reuters, Imamoglu membantah segala tuduhan dan fitnah yang ditujukan kepadanya. Ia juga menyerukan aksi protes nasional.

"Kita akan menyingkirkan kudeta ini, noda gelap dalam demokrasi kita, bersama-sama," kata Imamoglu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkuasa di Turki selama 22 tahun sebagai PM dan presiden. Foto: Yves Herman/Reuters
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkuasa di Turki selama 22 tahun sebagai PM dan presiden. Foto: Yves Herman/Reuters

Rekaman menunjukkan Imamoglu dibawa ke penjara Silivri dalam konvoi polisi setelah pengadilan memutuskan memberhentikannya dari jabatannya sebagai wali kota Istanbul. Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan selain Imamoglu, dua wali kota dari distrik lainnya juga diberhentikan dari jabatannya.

Sejumlah kritikus menyebut langkah pemerintah menangkap tokoh oposisi dan memberhentikan mereka dari jabatannya merupakan upaya untuk merusak prospek oposisi dalam pemilu yang akan datang.

Enam dari 27 wali kota yang berasal dari Partai Republik Rakyat (CHP) di Istanbul Raya kini ditahan -- satu tahun setelah pemilihan kota di mana Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang dibentuk Erdogan menelan kekalahan besar, dan menjadi kekalahan elektoral terburuk untuk AK Party.

Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters
Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters

Partai Oposisi Turki Buka Pemungutan Suara untuk Imamoglu

Pada Minggu, CHP membuka tempat pemungutan suara bagi nonanggota partai untuk memberikan suara solidaritas kepada Imamoglu, satu-satunya nama di surat suara untuk kandidat presiden.

Ketua CHP Ozgur Ozel mengatakan, tingginya jumlah pemilih dalam pemilihan awal merupakan teguran keras terhadap upaya kudeta. Total ada 14,85 juta surat suara yang diberikan untuk Imamoglu.

Ia mengatakan, legitimasi Erdogan dipertanyakan dan membuat pemilu awal tidak dapat dihindari.

"Jika mereka percaya mereka dapat melawan kita, dengan Ekrem Imamoglu, maka biarkan mereka menyerukan pemilu awal," kata Ozel.

Tidak ada pemilu yang dijadwalkan hingga 2028. Namun jika Erdogan yang sudah memimpin Turki selama 22 tahun ingin mencalonkan diri lagi, parlemen harus menggelar pemilu awal karena masa jabatannya akan habis pada 2028.

Dalam sejumlah jajak pendapat, Imamoglu mengungguli Erdogan.

Media files:
01htby8b2ftctqhqsty35tph8k.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar