Search This Blog

Kisah Khamid: 25 Tahun Jadi Porter di Stasiun Senen, Ingin Pulkam meski Sehari

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Khamid: 25 Tahun Jadi Porter di Stasiun Senen, Ingin Pulkam meski Sehari
Mar 23rd 2025, 16:20, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Porter membawakan barang milik penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/3/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Porter membawakan barang milik penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/3/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Memasuki pekan terakhir bulan Ramadan, Stasiun Senen, Jakarta Pusat, mulai sibuk oleh penumpang yang hendak mudik ke kampung halaman.

Ramainya penumpang di stasiun Senen ini menjadi berkah tersendiri untuk para porter atau petugas pembawa barang karena mendapat lebih banyak yang menggunakan jasanya.

"Kalau ibaratnya kan yang ditunggu-tunggu sama porter lah ada sedikit tambahan buat keluarga, bisa beli baju lebaran buat anak," kata salah satu porter Stasiun Pasar Senen, Khamid, saat ditemui, Minggu (23/3).

Saat musim mudik seperti saat ini, pengguna jasa porter bisa meningkat dua kali hingga tiga kali lipat dibanding hari biasanya.

"Kalau puncak-puncaknya bisa 10-15 lah, kalau sehari-hari biasa 3-4 gitu aja," jelasnya.

Jasa porter bisa diakses melalui aplikasi KAI Access atau juga bisa langsung di lokasi. Kalau melalui aplikasi, jasa porter dihargai Rp 38 ribu. Kalau langsung, kata Khamid, porter tidak mematok tarif.

"Kalau kita ibaratnya nggak narif, terserah mau ngasihnya berapa. Kalau mau (pakai) aplikasi ya pakai aplikasi bisa," ucapnya.

Khamid, ketua porter di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/3/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Khamid, ketua porter di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/3/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Meski begitu, terselip duka para porter karena tidak bisa ikut lebaran bersama keluarga. Beberapa porter tetap bertugas saat hari lebaran.

"Ya paling yang pulang nggak sampai 25 persen lah," terang dia.

Kalau Khamid, dirinya mengaku memilih pulang ke kampung halamannya di Kebumen. Khamid yang sudah 25 tahun jadi porter itu menceritakan dirinya pernah juga saat momen lebaran dirinya tidak pulang. Saat itu, lanjut dia, merasa sedih karena tidak bersama keluarga.

"Kalau saya pasti pulang lah walau sehari di kampung tetap mengikuti lebaran di rumah, kalau engga kasihan anak," tuturnya.

"Dulu pernah nggak pulang, terus anak rasanya itu gimana gitu. Ditanyain sama tetangga 'mana bapaknya, bapaknya nggak pulang' kasihan jadinya," sambungnya.

Mendekati hari lebaran, jumlah penumpang semakin ramai. Manajer Humas Daop I Jakarta PT KAI, Ixfan Hendriwintoko memperkirakan puncak pemudik yang menggunakan kereta terjadi pada H-3 lebaran.

"Berdasarkan tren pemesanan tiket, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret 2025, di mana okupansi di Stasiun Gambir dan Pasar Senen mencapai 100 persen," kata Ixfan saat ditemui di lokasi yang sama.

Media files:
01jq0rwr3dz2akmdg10jfrb0nf.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts