Mar 17th 2025, 14:40, by Abdul Latif, kumparanBISNIS
Sejumlah pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/5/2024). Foto: Yudi Manar / ANTARA FOTO
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi turun menjadi USD 1,47 miliar sepanjang Februari 2025. Data tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar USD 1,64 miliar.
Amalia menyampaikan komoditas dengan penyumbang penurunan terbesar ialah beras dengan andil penurunannya sebesar 13,78 persen. Menurutnya, penurunan impor beras disebabkan karena ketersediaan supply dari dalam negeri.
"Karena kan impor beras di Januari-Februari 2025 lebih terendah dibandingkan dengan tahun lalu, karena mungkin terkait dengan ketersediaan supply di domestik," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti kepada wartawan di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/3).
Impor barang konsumsi secara Month to Month (MtM) Januari-Februari 2025 juga terlihat turun 10,61 persen, diikuti penurunan volume sebesar 27,63 persen.
Selain beras, penyumbang penurunan impor barang konsumsi adalah buah-buahan yang secara MtM nilainya turun USD 60,9 juta.
Lebih lanjut, tren penurunan impor barang konsumsi sudah terjadi sejak Februari 2024, di mana, pada bulan itu sebesar USD 1,86 miliar, dan secara MtM dari bulan Januari 2025 menjadi USD 1,64 miliar, hingga Februari 2025 jadi USD 1,47 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar