Nov 1st 2024, 17:20, by Darryl Ramadhan, kumparanBISNIS
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11). Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang andil pada fenomena inflasi Oktober 2024. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) di Oktober 2024 menunjukkan inflasi sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sehingga Indonesia mengakhiri deflasi lima bulan secara beruntun sejak Mei 2024. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Jumat (1/11), mengatakan tingkat inflasi tahun kalender per Oktober 2024 sebesar 0,82 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar utama pada bulan Oktober ini berasal kelompok makanan, perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,94 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanTerdapat komoditas yang memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen, bawang merah andil 0,03 persen, tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen, kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing 0,01 persen. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11). Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mempengaruhi inflasi Oktober 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, indeks harga konsumen (IHK) di Oktober 2024 menunjukkan inflasi sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sehingga Indonesia mengakhiri deflasi lima bulan secara beruntun sejak Mei 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Jumat (1/11), mengatakan tingkat inflasi tahun kalender per Oktober 2024 sebesar 0,82 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar utama pada bulan Oktober ini berasal kelompok makanan, perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,94 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen.
Terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen, bawang merah andil 0,03 persen, tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen, kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing 0,01 persen.
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar