Oct 4th 2024, 15:43, by Dicky Adam Sidiq, kumparanNEWS
Petugas menunjukkan jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebelum dimasukkan ke dalam ember di Kembangan, Jakarta, Jumat (4/10). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOPemprov DKI Jakarta mulai melepas nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebagai program pengendalian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOWolbachia adalah salah satu bakteri alami yang ditemukan pada beberapa serangga, termasuk nyamuk aedes aegypti. Kemampuannya menghambat reproduksi virus dengue dalam tubuh nyamuk membuatnya dinilai efektif dalam mencegah penyebaran penyakit seperti dengue, zika, demam kuning dan chikungunya. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOJakarta Barat dipilih menjadi lokasi penyebaran pertama nyamuk wolbachia karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki status kasus DBD tinggi dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Petugas menunjukkan jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebelum dimasukkan ke dalam ember di Kembangan, Jakarta, Jumat (4/10).
Pemprov DKI Jakarta mulai melepas nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebagai program pengendalian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.
Wolbachia adalah salah satu bakteri alami yang ditemukan pada beberapa serangga, termasuk nyamuk aedes aegypti. Kemampuannya menghambat reproduksi virus dengue dalam tubuh nyamuk membuatnya dinilai efektif dalam mencegah penyebaran penyakit seperti dengue, zika, demam kuning dan chikungunya.
Jakarta Barat dipilih menjadi lokasi penyebaran pertama nyamuk wolbachia karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki status kasus DBD tinggi dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya.
Petugas menunjukkan jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebelum dimasukkan ke dalam ember di Kembangan, Jakarta, Jumat (4/10/2024). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar