Mar 15th 2024, 10:41, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jumat (15/3). Foto: Dok. Plt. Kepala BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam periode Januari-Februari 2024 Indonesia telah mengimpor 880,82 ribu ton beras dengan nilai USD 564,61 juta.
Bila dibandingkan periode awal tahun 2023, volume impor beras tahun ini meningkat signifikan. Pada Januari 2023 impor beras hanya sebesar 243,66 ribu ton, naik menjadi 442,11 ribu ton pada Januari 2024.
Sedangkan pada Februari 2023, volume impor beras hanya 212,72 ribu ton, naik menjadi 438,71 ribu ton pada Februari 2024.
"Ini mengalami kenaikan baik volume dan nilai jika dibanding periode yang sama tahun 2023," kata Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, saat konferensi pers di Kantor BPS, Jumat (15/3).
"Impor beras ini paling banyak berasal dari Thailand, Pakistan, Myanmar," tambahnya.
Dari 880,82 ribu ton itu, impor beras dari Thailand sebesar 59,11 persen, Pakistan 17,82 persen, disusul Myanmar sebesar 14,34 persen.
Pekerja menurunkan beras dari kapal di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto
BPS mencatat peningkatan impor juga terjadi pada beberapa komoditas lainnya. "Demikian pula gula, bawang putih pada Februari 2024 meningkat dibanding bulan sebelumnya maupun bulan yang sama tahun lalu," ujar Amalia.
Impor gula pada Januari-Februari 2024 mencapai 828,42 ribu ton dengan nilai USD 508,86 juta. Importir terbesar adalah dari Thailand 53,96 persen, Brasil 27,56 persen, dan India 0,96 persen.
Sedangkan impor bawang putih pada Januari-Februari 2024 volumenya mencapai 8,52 ribu ton dengan nilai USD 11,64 juta. Negara importir terbesar adalah dari Tiongkok 98,86 persen, India 0,53 persen, dan Amerika Serikat 0,52 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar