Search This Blog

Otorita IKN Prediksi 10 Tahun ke Depan Pembiayaan IKN Sudah Tak Perlu Pakai APBN

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Otorita IKN Prediksi 10 Tahun ke Depan Pembiayaan IKN Sudah Tak Perlu Pakai APBN
Mar 4th 2024, 09:28, by Sinar Utami, kumparanBISNIS

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Agung Wicaksono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Agung Wicaksono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memprediksi pengembangan pembangunan IKN dalam sepuluh tahun ke depan tidak memerlukan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Hal tersebut sejalan target Presiden Jokowi yang 10 tahun ke depan IKN sudah mulai beroperasional penuh.

"Prediksi kami, berkaitan ketertarikan investor terhadap Kota Nusantara terus mengalami peningkatan," kata Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono dikutip dari Antara, Senin (4/3).

Menurutnya, dalam kurun waktu 6 bulan, investasi di IKN mencapai lebih kurang Rp 50 triliun, yang terhitung mulai periode September 2023 sampai dengan Februari 2024.

"Dan kami prediksi sepanjang tahun ini (2024) investasi yang masuk ke IKN sekitar Rp 55 triliun," tambah Agung. Dengan begitu, perkiraan pencapaian investasi IKN melebihi dari yang ditargetkan OIKN lebih kurang Rp 100 triliun sampai akhir tahun ini.

Jika pencapaian investasi selama enam bulan itu diakumulasikan dalam jangka 10 tahun Kota Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Presiden Jokowi, kata dia, maka investasi akan mencapai lebih kurang Rp 1.000 triliun.

Presiden Jokowi topping off Hunian ASN dan Hankam di IKN, Jumat (1/3). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi topping off Hunian ASN dan Hankam di IKN, Jumat (1/3). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kalau asumsi atau prediksi itu tepat dan benar, maka tidak diperlukan lagi dana APBN untuk pengembangan pembangunan Kota Nusantara," ujarnya pula.

Pada tahun ini, China (Tiongkok) dan Malaysia akan tanamkan modal sektor properti di Kota Nusantara yang dibangun pada wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim, yakni di Kecamatan Sepaku itu.

Nilai keseluruhan investasi yang tercatat bakal direalisasikan kedua negara tersebut di IKN sekitar Rp 40 triliun.

Kemudian investasi Ciputra Group juga akan direalisasikan pada tahun ini, dengan mengembangkan kota mandiri lengkap dengan sejumlah fitur, seperti perumahan, komersil, lapangan golf di kawasan Kota Nusantara, namun nilai investasi belum diketahui.

Proyek pembangunan properti dari dua investor asing dan Ciputra Group itu masih dalam proses evaluasi studi kelayakan, ditargetkan mulai melakukan tender sekitar April 2024, demikian Agung Wicaksono.

Media files:
01hq0dyey93nxrk93nwv0xbjr2.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar