Mar 1st 2024, 19:02, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS
Wapres ke 10 dan 12 RI sekaligus Ketua DMI Jusuf Kalla di Mukatamar DMI, Jumat (1/3/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Langkah Presiden Jokowi setelah Pilpres masih ditunggu, termasuk kabar akan bergabung dengan Partai Golkar. Soal ini, politikus senior Golkar, Jusuf Kalla (JK) punya pandangan sendiri.
"Ya semua orang bisa bergabung ke Golkar tapi dengan syarat-syarat, bergabung saja boleh apa yang tidak boleh," kata JK di Hotel Sultan, Senayan, Jumat (1/3).
Namun, Wapres ke 10 dan 12 RI itu mengingatkan ada aturan yang harus ditaati seorang kader Golkar yang ingin menjadi pengurus partai. Dia menyebut seseorang harus terlebih dahulu menjadi kader selama 5 tahun.
"Semua orang bisa, kamu pun juga bisa boleh. Tapi kalau untuk jadi pengurus ada aturannya. Kalau untuk jadi ketua atau jadi apa minimum 5 tahun harus punya pengurus," tandas dia.
Airlangga Hartarto, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menghadiri HUT Partai Golkar. Foto: Tangkapan Layar You Tube Partai Golkar
Sebelumnya, hubungan Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri renggang saat pemilu 2024. Keduanya pisah jalan karena Jokowi tidak mendukung paslon 03 Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP.
Jokowi lebih condong mendukung paslon 02 Prabowo-Gibran. Apalagi, Gibran merupakan anak kandung Jokowi.
Seiring dengan kerenggangan hubungan Megawati dan Jokowi, Golkar dianggap akan menjadi parpol tempat Jokowi berlabuh nantinya.
Isu Jokowi masuk Golkar juga sudah dijawab Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Saat ditanya apakah memang ada perbincangan soal itu, Airlangga hanya menjawab Jokowi milik semua partai.
"Pak Jokowi, kan, tokoh nasional, milik semua partai," ungkapnya, Selasa (27/2).
Airlangga kembali ditanya apakah Jokowi hingga saat ini masih kader PDIP. Namun, Airlangga kembali menjawab bahwa Jokowi milik semua partai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar