Dec 21st 2023, 18:43, by Yufienda Novitasari, kumparanMOM
Pasien diabetes tak masalah makan coklat. Foto: Thinkstock
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang saat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga pada anak. Ya Moms, secara umum Diabetes pada anak dibagi dua, yaitu diabetes melitus (DM) tipe 1 dan tipe 2.
Apa bedanya?
DM tipe 1 adalah gangguan metabolisme glukosa yang ditandai oleh hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) kronik yang disebabkan oleh kerusakaan sel beta pankreas baaik oleh proses autoimun maupun idiopatik sehinggga produksi insulin berkurang bahkan terhenti.
Sedang DM tipe 2 adalah gangguan metabolisme glukosa yang ditandai dengen hiperglikemia yang terjadi akibat resistensi insulin.
"Pada DM tipe 2 , sel beta pankreas tetap bisa menghasilkan insulin, tetapi reseptor pada jaringan terhadap insulin menurun," jelas Dokter Spesialis Anak sekaligus Expert kumparanMOM dr. Reza Abdussalam, Sp.A.
Penyebab Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2
com-Ilustrasi diabetes. Foto: Shutterstock
Faktor penyebab DM tipe 1 adalah faktor imunologi, sedangkan pada DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan kegemukan (obesitas). Anak-anak biasanya lebih banyak mengalami DM tipe 1 daripada DM tipe 2.
Pada DM tipe 1, gejala awal yang sering muncul pada anak adalah sering buang air kecil, cepat haus, banyak minum, cepat lapar, banyak makan namun berat badannya sulit bertambah bahkan menurun dengan cepat dalam 2- 6minggu.
"Namun pada anak kadang gejala awal tidak begitu jelas, sehingga kadang anak dapat mengalami kondisi gawat-darurat yang dikenal dengan keto-asidosis diabetik (KAD)," kata dr. Reza.
Keluhan yang muncul pada anak dengan KAD biasanya adalah nyeri perut, mual/muntah, sering kencing, sesak napas, dehidrasi, bahkan penurunan kesadaran.
DM tipe 1 tmerupakan kondisi yang cenderung suilt dicegah atau disembuhkan, karena biasanya berkaitan dengan faktor genetik. Tapi, DM tipe 1 dapat dikontrol atau dikendalikan, seperti:
Pemberian insulin yang disesuaikan dengan kadar gula darah dan jumlah kalori
Pengaturan makan untuk kontrol metabolik
Aktivitas fisik atau olahraga
Pemantauan kada gula darah mandiri untuk menurunkan kejadian komplikasi
Ilustrasi diabetes. Foto: Shutterstock
Sementara DM tipe 2 memiliki tanda-tanda yang cenderung tak terlihat, namun terus terjadi secara bertahap. Hal itu membuat diabetes tipe ini sulit dideteksi pada anak-anak.
Menurut sebuah laporan pemerintah Amerika Serikat terkait Stastistik Diabetes Nasional AS pada 2020 lalu, sekitar 210.000 anak dan remaja di bawah usia 20 tahun di Amerika Serikat telah menerima diagnosis diabetes.
Laporan menunjukkan bahwa dokter di AS mendiagnosis diabetes tipe 2 pada sekitar 5.758 anak dan remaja berusia 10–19 tahun antara tahun 2014 dan 2015. Obesitas pada anak memperbesar risiko diabetes tipe 2.
DM tipe 2 adalah kondisi seumur hidup dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika seseorang tidak mendapat pengobatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar