Chef Haryo Pramoe meninggal dunia pada Kamis (21/12). Kabar duka ini disampaikan langsung oleh istri Chef Haryo, Josephine Imelda.
Ia mengatakan bahwa suaminya memang memiliki riwayat penyakit jantung. Chef Haryo diketahui pernah menjalani operasi Diseksi Aorta di tahun 2021 di RS Jantung Harapan Kita dan berjalan lancar.
Namun, selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini, Josephine menuturkan bahwa penyakit Haryo sempat kambuh. Beberapa hari belakangan ia malah sempat demam tinggi.
"Dari kemarin dia, tuh, merasa menggigil badannya, mungkin karena dia terlalu kedinginan. Jadi, dia beberapa hari ini panasnya naik turun," kata Josephine di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (21/12) malam.
Chef Haryo Pramoe. Foto: Instagram/@chefharyo
Pihak keluarga juga sudah memberikan obat untuk menurunkan panas Haryo. Namun, ada indikasi Haryo mengalami sesak napas.
"Biasanya kalau kejadian itu kita cepat larikan ke rumah sakit Harapan Kita. Akhirnya pembantu saya telepon waktu saya lagi di kantor, 'Bu bapak menggigil lagi', ya sudah, saya bilang kasih obat aja," kata Josephine.
"Saya suruh anak saya beli obat. Pas pulang papanya sudah jatuh. Nah, terus dipanggil satpam, karena bapaknya berat badannya, jadi minta tolong satpam," tambahnya.
Josephine mengaku bahwa saat itu ia merasa suaminya sudah meninggal dunia. "Saya bilang (ke orang rumah), 'balikin badannya', dan dia sudah biru. Saya sudah tahu itu dia sudah enggak ada," ujar Josephine.
Josephine lalu mengatakan bahwa sudah seminggu terakhir sang suami mengalami demam. Namun, pria yang mengembuskan napas terakhirnya di usia 48 tahun ini enggan memeriksakan diri ke dokter.
"Kalau saya pulang kerja dia bilang, 'sudah enakkan badannya' tapi kok setiap malam naik (suhu)," tutup Josephine.
Rencananya, jenazah Chef Haryo akan dimakamkan di TPU Cipenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/12).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar