Dec 21st 2023, 18:55, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Gedung kantor Waskita Karya. Foto: Dok. BUMN
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat progres persetujuan restrukturisasi oleh kreditur perbankan telah mencapai 95 persen dari total outstandingutang bank perseroan atau sebesar Rp 26,4 triliun.
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, mengatakan melalui progres review Master Restructuring Agreement (MRA), saat ini perseroan sudah mendapatkan persetujuan 17 dari total 21 kreditur perbankan alias 18 persen.
"Proses persetujuan saat ini relatively sebenernya sudah on the track, artinya sudah 95 persen dari nilai outstanding utang bank, MRA ini telah memperoleh persetujuan dari para lenders," ucapnya saat public expose, Kamis (21/12).
Dengan demikian, masih ada sisa Rp 5 triliun utang Waskita Karya dari 4 kreditur perbankan yang masih dalam proses persetujuan. Hanugroho berharap proses ini bisa rampung dalam waktu dekat.
Selain persetujuan kepada kreditur perbankan, lanjut dia, Waskita Karya juga dalam proses persetujuan restrukturisasi terhadap pemegang obligasi non penjaminan pemerintah melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
"Harapannya bisa kita lakukan di bulan Januari ini, dalam waktu dekat akan melakukan RUPO untuk persetujuan," tutur dia.
Syarat Dibukanya Suspensi Saham
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, menjelaskan kesuksesan persetujuan restrukturisasi utang bank ini akan menjadi pemicu yang positif bagi restrukturisasi utang obligasi.
"Ini bagian tidak lepas dari upaya restrukturisasi MRA yang sedang kita laksanakan, harapan perseroan dengan finalisasi MRA dengan perbankan ini jadi trigger positif bisa disetujuinya skema restrukturisasi kepada pemegang obligasi," jelas dia.
Pasalnya, proses review yang akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) di awal tahun depan ini akan menentukan dibukanya kembali suspensi saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Ini tidak lepas dari alasan kenapa suspensi saham waskita itu dilakukan di bursa, yaitu adanya kegagalan atas 4 seri obligasi non penjaminan yang sudah terjadi dan kami lakukan RUPO apa strategi dari perseroan," tutur Wiwi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar