Nov 3rd 2023, 08:32, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ilustrasi pernikahan. Foto: Pixabay
Pernikahan dini di kalangan remaja saat ini masih terbilang cukup tinggi dan menjadi momok bagi suatu daerah. Ketua Bidang Data Komunikasi dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur M Isa Anshori tak menampik jika kasus pernikahan dini di Jatim masih cukup tinggi.
"Masih tinggi ya. Jangankan di Jatim, di Surabaya saja masih ada (pernikahan dini)," ujar Isa saat dihubungi Basra, Kamis (2/11) malam.
Meski masih ada pernikahan dini di Surabaya, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menargetkan di tahun 2024 akan tercapai zero pernikahan dini di Kota Pahlawan. Terkait target ini Isa memberikan pandangannya.
"Target itu boleh, tapi kan di masyarakat ada banyak faktor (terjadinya pernikahan dini) misalkan faktor hamil di luar nikah akibat pergaulan sehingga Kemenag harus membuatkan dispensasi," jelasnya.
Isa melanjutkan, untuk dapat mencapai target tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, penekanan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun.
"Wajib belajar 12 tahun itu penting. Jadi tidak boleh ada anak yang masih usia sekolah tapi tidak sekolah. Sehingga bagaimana tugas dari Pemerintah Kota untuk menjadikan semua warga yang usia sekolah harus sekolah. Karena dengan pendidikan maka dalam tanda kutip akan kesibukan-kesibukan yang dapat menunda terjadinya pernikahan dini," jelasnya.
Isa lantas berpesan kepada para orang tua untuk memikirkan kembali apabila ingin menikahkan anaknya, apalagi yang belum cukup umur. Menurut Isa, pernikahan merupakan hal yang sakral sehingga butuh banyak persiapan.
"Persiapannya apa? persoalan persiapan mental, ekonomi, dan lain sebagainya. Persiapan itu bisa dilakukan dengan kesadaran pentingnya pendidikan. Pendidikan itu akan dapat meningkatkan kualitas hidup," tuturnya.
"Sehingga menurut saya yang perlu disampaikan kepada semua orang tua adalah bagaimana menjadikan anak-anak itu hidupnya berkualitas, salah satu kuncinya ya dengan pendidikan. Menyelesaikan pendidikan putra putrinya," tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar